Begini Kronologi Kematian Hori, Singa Jantan di Taman Rimba Jambi

Pasca kematian Hori dan Ayu, BKSDA Jambi dan UPTD Taman Rimba menggelar konferensi pers di kantor BKSDA Jambi, Minggu (27/1/2019).

Begini Kronologi Kematian Hori, Singa Jantan di Taman Rimba Jambi
Tribunjambi/Mareza
Rahmat (tengah), Kepala BKSDA Jambi menyampaikan rilis kepada awak media di kantor BKSDA Jambi, Minggu (27/1/2019). 

Laporan Wartawan Tribunjambi.com, Mareza Sutan A J

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Menanggapi beredarnya kabar matinya singa di Taman Satwa Taman Rimba, Jambi, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jambi dan UPTD Taman Rimba mengadakan konferensi pers di kantor BKSDA Jambi, Minggu (27/1/2019). 

Dalam konferensi pers itu, Kepala BKSDA Jambi, Rahmat menjelaskan kronologi matinya singa di Taman Rimba yang bernama Hori.

"Telah terjadi kematian Singa di Taman Satwa Taman Rimbo Jambi pada tanggal 19 Januari 2019," kata Rahmat.

Singa jantan berbobot 150 kg itu diduga mati karena gagal jantung. Hal itu sebagaimana hasil diagnosa dokter hewan yang dilakukan beberapa waktu lalu.

Baca: VIDEO: Viral WNA Mendaki Gunung Anak Krakatau Secara Ilegal, Ini Penjelasan BKSDA

Baca: ABK Kapal Tentara Laut Diraja Malaysia & Marine Police Ciut Dibentak Kopaska, Jangkar pun Ditarik

Baca: Tingkatkan Sinergitas, Pemkab Muarojambi Adakan Senam Sehat

Baca: Pemkab Tanjung Jabung Timur Buka Lelang Jabatan Eselon II, Ini Formasinya

Baca: Terdata 23 Penderita HIV AIDS di Muarojambi, Dinkes Lakukan Pendampingan 10 Penderita

Rahmat menjelaskan, singa berusia sekitar 11 tahun itu mulai sering mengalami luka sejak didatangkannya singa betina dari kebun binatang Siantar, Sumatera Utara.

"Sering terjadi luka pada singa akibat dari proses alamiah saling mengalahkan dalam proses perkawinan," jelasnya.

Pada Selasa (18/12/2018), kata Rahmat, telah dilakukan operasi karena luka pada pelipis mata dan pada kening kiri Hori akibat perkelahian tersebut. Namun, pascaoperasi, nafsu makan hewan yang didatangkan dari Taman Safari Bogor itu tidak stabil.

Untuk itu, tindakan medis yang dilakukan, di antaranya operasi menutup luka dengan cara dijahit. Selain itu, dilakukan pula perawatan intensif dengan diberikan antibiotik, antiinflamasi dan vitamin.

"Pada tanggal 19 Januari 2019, jam 23.30 WIB singa jantan Hori dinyatakan mati," tutur Rahmat.

Dilanjutkannya, bangkai singa itu kemudian dikubur di Taman Rimbo, pada Minggu (20/1/2019).

Baca: Musim Duku Tahun Ini, Harga Duku Anjlok, Petani di Tanjabtim Terpaksa Jual Murah

Baca: Gurita Bisnis Eka Tjipta Widjaja, Mulai Jualan Door to Door Tamat SD, Kini Terkaya No 2

Baca: Kapten Leo, Anggota TNI yang Ngamuk Ditelantarkan Rumah Sakit Diundang Hotman Paris ke Kopi Johny

Baca: Tidak Bisa Aktif, Enam Dai di Sarolangun Diberhentikan, Pemkab Rencanakan Kenaikan Insentif

Penulis: Mareza
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved