Pentingnya Jamban dengan Septic Tank, 67 Desa di Batanghari Belum ODF

Dari 124 di Kabupaten Batanghari, 57 desa di antaranya sudah ODF yakni benar-benar steril, tidak ada masyarakat yang buang air besar sembarangan

Pentingnya Jamban dengan Septic Tank, 67 Desa di Batanghari Belum ODF
TRIBUNJAMBI/SYAMSUL
Jamban di tepian Sungai Batanghari, yang masih menjadi pilihan masyarakat 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Abdullah Usman

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA BULIAN - Saat ini, masih ada puluhan desa yang belum masuk kategori Open Defication Free (ODF). Dimana dari 124 desa di Kabupaten Batanghari, hanya 57 desa yang sudah dinyatakan ODF.

Kepala Dinas Kesehatan Batanghari, dr Elfie Yennie mengatakan, untuk ODF, yang menjadi sasaran program Dinas Kesehatan Kabupaten Batanghari, untuk mensosialisasikan pentingnya memiliki jamban dengan septic tank (dalam melakukan BAB).

Dari 124 atau kelurahan di Kabupaten Batanghari, 57 desa di antaranya sudah ODF yakni benar-benar steril, tidak ada masyarakat yang buang air besar sembarangan.

Baca: Ahok BTP Ngevlog Tunjukkan Cincin Ajaib Warna Merah, Cincin Nikah?

Baca: Demi Ikut Ahok, Bripda Puput Nastiti Devi Rela Mengundurkan Diri Sebagai Polwan, Ini Kelanjutannya

Baca: Resimen Pelopor, Pasukan Elite Kepolisian yang Bertempur Sengit Repotkan SAS Pasukan Khusus Inggris

Diakui dr Elfie Yennie, sanitasi total berbasis masyarakat (STBM) memiliki lima pilar. Pilar-pilar tersebut tentu sangat berperan dalam Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas).

Lima pilar pada STMB ini sangat berpengaruh pada kesehatan, yakni stop buang air besar sembarangan, cuci tangan pakai sabun, kelola makanan dan minuman secara aman, pemilahan sampah secara aman, dan mengolah air limbah rumah tanggah secara aman.

"Untuk STBM sendiri di setiap kecamatan, kota hingga desa memiliki tim. Seperti tokoh agama, perangkat desa, bidan desa, dan kader kesehatan,” jelas dia.

Baca: Anggarkan Dana Rp2 Milyar, Dai di Kabupaten Batanghari, Dapat Honor Rp 1,6 Juta Per Bulan

Baca: Resmi Cerai, Kuasa Hukum Yeslin Wang Sebut Kebiasaan Judi dan Hutang Miliaran Delon Jadi Penyebabnya

Baca: Bayar Rp 15 Ribu Bisa Makan Buah Duku Kumpeh Sepuasnya di Festival Ngundoh Duku, Catat Waktunya

Sebelumnya kata Elfie Yennie, ada indikator yang menjadi acuan agar masyarakat tidak melakukan Buang Air Besar Sembarangan (BABS) lagi. Yakni dengan adanya desa ODF.

"Yang dapat dikatakan desa ODF jika prilaku masyarakat yang tidak lagi BABS. Artinya, akses jamban yang ada di lingkungan desa tersebut mencapai 100 persen baik,” tuturnya.

Selain itu ODF ini juga telah menjadi target nasional, dimana tahun 2019 ini harus mencapai Universal Acces.

"Sebelumnya telah kita deklerasikan mengenai ODF ini, karena ini target nasional di tahun 2019, untuk target kabupaten pada 2019 sisa desa yang belum tercapai ODF," bebernya.

Baca: Pasukan TNI Menyusur 3 Sungai Deras Batas Negara, Ini Penampakan Patok Batas Indonesia-Papua Nugini

Baca: Pengawal Presiden hanya Bisa Saling Lirik, Siapa yang Menyangka Mobil Presiden RI Bisa Mogok

Baca: Di Desa Al Muhajirin, Sandiaga Uno Janji Bangun Industri Karet

Menurutnya, perlu dukungan dari masyarakat, pemerintah desa, dan pemerintah kabupaten. Diupayakan strategi agar menciptakan sanitasi yang layak dan penyediaan air bersih. Dengan perubahan perilaku hidup bersih dan sehat mewujudkan desa menuju STBM ( Sanitasi Total Berbasis Masyarakat).

"Perlu dukungan dari masyarakat. Yang jelas Stop BABS,” pungkas Elfie menutup.

Dimana untuk mencapai ODF, pemerintah kabupaten Batanghari melakukan pemicu dua arah. Pemicu dua arah ini artinya masyarakat menjadi pemimpin pemerintah mendorong, memberikan fasilitas kepada mereka. (*)

Penulis: Abdullah Usman
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved