Kembangkan Penanaman Kopi ke Kelompok Tani, Pemkab Kerinci Juga Siapkan Bibit Kopi untuk Perorangan

"Ya, tahun 2019 ini kita dapat bantuan bibit dari APBN melalui dinas perkebunan provinsi untuk lahan 500 hektare, itu untuk kelompok tani,"

Kembangkan Penanaman Kopi ke Kelompok Tani, Pemkab Kerinci Juga Siapkan Bibit Kopi untuk Perorangan
TRIBUNJAMBI/DARWIN SIJABAT
Petani kopi di Tanjabbar sedang menjemur kopi 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Herupitra

TRIBUNJAMBI.COM, KERINCI - Tahun 2019 ini, Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Kerinci, tidak hanya menyiapkan bibit Kopi Arabika untuk kelompok tani, tapi juga menyampaikan untuk perseorangan atau non kelompok.

Hal tersebut untuk mengembangkan kopi Arabika Kerinci yang telah memiliki cita rasa yang berbeda dengan kopi lainnya. Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pekebunan dan Peternakan Kabupaten Kerinci, Efrawadi.

Pihaknya kata Efrawadi, terus melakukan pengembangan penanaman kopi arabika di sejumlah wilayah dalam Kabupaten Kerinci.

Baca: Sandiaga Beri Respon Soal Kebebasan Ahok dari Penjara, Hingga Bukti BTP Tak Pilih Jokowi & Prabowo

Baca: Raih Suara Terbanyak, Nazarman Kembali Pimpin Forwam

Baca: Mulai 1 Januari 2019, Pengguna 27 Ponsel Jenis Ini Tak Bisa Gunakan Aplikasi WhatsApp!

"Ya, pada tahun 2019 ini kita dapat bantuan bibit dari APBN melalui dinas perkebunan provinsi untuk lahan 500 hektare, itu untuk kelompok tani," jelasnya.

Selain untuk kelompok lanjutnya, pihaknya juga mengakomudir sebanyak sekitar 80 ribu bibit kopi Arabika untuk non kelompok atau peseorangan. Hal tersebut agar masyarakat yang tidak masuk dalam kelompok bisa mengembangkan kopi arabika Kerinci.

"Untuk individu yang tidak tergabung dalam kelompok tani, kita sudah siap bibit. Bibit itu untuk petani yang miliki lahan tak digarap bisa ajukan bibitnya karena kita siapkan 80 ribu tahun ini," sebutnya.

Baca: Biar Merasakan Berkeringat Seperti Petani Karet di Jambi, Sandiaga Uno Ikut Nyadap Pohon Karet

Baca: Bupati Tanjung Jabung Barat Safrial Sambut dan Jamu Plt Gubernur Jambi Fachrori Umar

Baca: Apakah Karena Turun Tahta Raja Malaysia Sultan Muhammad V Cerai Oksana Voevodina Ratu Kecantikan?

Terkait syarat untuk mendapatkan bibit kopi arabika tersebut, menurut Efrawadi, diajukan surat ke dinas dengan melampirkan KTP setelah itu langsung dicek lahannya untuk dilakukan verifikasi.

"Kriterianya tidak ada, yang jelas lahan tempat nanamnya sekitar 1000 di atas permukaan laut. Sebab kopi arabika bisa ada cita rasanya di atas 1000 dari permukaan laut," terangnya.

Dia menyebutkan, alokasi bibit kopi arabika tersebut bertambah dari tahun 2018 lalu. Pada tahun lalu hanya disiapkan bibitnya 50 ribu, sedangkan permintaannya mencapai 200 ribu.

"Maka pada tahun ini kita tambah, tapi tidak semua yang diakomudir nantinya, karena bibit yang ada hanya ada 80 ribu," tandasnya.(*)

Penulis: heru
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved