Jadi Kurir Sabu 7,76 Kg, Rohim Akui Terima Uang Rp 15 Juta

Setibanya di Kisaran, Sumatera Utara, Rohim menemui AS (DPO) dan menerima ban berisi sabu sekitar 7,76 kilogram.

Jadi Kurir Sabu 7,76 Kg, Rohim Akui Terima Uang Rp 15 Juta
Tribunjambi/Mareza
Warsi menjadi saksi sidang kasus narkotika yang menjerat pamannya. 

Laporan Wartawan Tribunjambi.com, Mareza Sutan A J

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Sidang lanjutan perkara narkotika atas terdakwa Rohim kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Jambi, Kamis (24/1/2019). Sidang yang dipimpin hakim ketua Makaroda Hafat itu, beragendakan pemeriksaan saksi dan terdakwa.

Dalam kesempatan itu, jaksa penuntut umum Shandra Fransiska menghadirkan dua saksi, yaitu Warsi selaku keponakan dan Siti Nurdiati selaku anak terdakwa. Di sidang itu, anak terdakwa menggunakan haknya untuk mundur memberi kesaksian.

Sementara itu, Warsi menerangkan, terdakwa menggunakan rekeningnya untuk menerima uang transfer.

"Dia pinjam rekening, katanya untuk terima transfer dari uwak untuk nenek," kata Warsi.

Hal itu dibenarkan oleh terdakwa. Kata terdakwa, selain meminjam rekening anaknya. Diterangkannya, dia menerima transfer Rp 5 juta sebelum berangkat ke Dharmasraya. Sehari kemudian, dia menerima transfer melalui rekening keponakannya Rp 10 juta.

"Sebelum berangkat, saya ditransfer Rp 5 juta pakai rekening Siti. Pas di Dharmasraya (Sumatera Barat), saya terima lagi Rp 10 juta, pakai rekening Warsi, untuk uang jalan," jelas Rohim.

Setibanya di Kisaran, Sumatera Utara, dia menemui AS (DPO) dan menerima ban berisi sabu sekitar 7,76 kilogram.

"Saya cuma disuruh ke bengkel, ambil ban itu. Ban itu diletak di bak. Saya tidak tahu seberat apa sabunya," terang residivis perkara narkotika ini.

Baca: Demi Dana Desa, Enam Kelurahan di Tanjab Barat Akan Dimekarkan Jadi Desa

Baca: Kopassandi Akan Menangkan Prabowo-Sandi Lewat Pengajian

Baca: Catat Tanggalnya! Garuda Beri Diskon Hingga 70 Persen

Baca: Sandiaga Uno Kampanye di Jambi, Bawaslu Kaji Hasil Pengawasan

Baca: Jadi Saksi, Empat Anggota Polda Jambi Beberkan Fakta Illegal Drilling di Bajubang

Dia kemudian pulang ke Jambi menggunakan mobil pikup dan melewati jalur lintas timur. Namun, setibanya di Muarojambi, dia diadang anggota Ditresnarkoba Polda Jambi. Dari sanalah, dia akhirnya ditangkap dan ditahan.

Di persidangan itu juga, dia membuka kartu lamanya. Katanya, dia pernah berhasil mengantarkan sabu ke dua bos besar di Jambi seberat 5 kilogram. Dari sana, dia memperoleh upah Rp 40 juta, pada tahun 2017 lalu.

"Untuk sidang yang akan datang, terdakwa akan mendengarkan tuntutan dari penuntut umum. Sidang ditunda sampai hari Kamis, tanggal 31 Januari 2019," kata Makaroda Hafat sembari mengetuk palu.

Penulis: Mareza
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved