Wali Kota 'Nyentrik' Datang Naik Mobil Truntung, Akselerasi Malah Seperti RX King 'Jambret'

Beberapa orang malah ada yang bilang kalau akselerasi Suzuki Truntung ini mirip dengan Yamaha RX-King yang sering dipakai jambret...

Wali Kota 'Nyentrik' Datang Naik Mobil Truntung, Akselerasi Malah Seperti RX King 'Jambret'
Sripo/ Wawan Septiawan
Wali Kota Pagaralam, Alpian Maskoni, datang ke kantor DPRD Kota Pagaralam untuk mengikuti rapat paripurna menggunakan mobil jadul keluaran 1977, Suzuki ST 20 mobil truntung, Senin (21/1/2019). 

Proses produksi mobil ini pada awalnya hanya dilakukan di Iwata prefektur Shizouka Jepang. Namun karena aturan pajak kendaraan bermotor di Indonesia tahun 1973, jadilah mobil ini juga dirakit di Indonesia.

Mobil ini dinamakan Truntung, Teruntung atau Trontong di beberapa daerah karena onomatopoetic atau bunyi yang berasal dari mesin 2 tak yang digunakan menghasilkan suara "truntung" yang pada akhirnya menjadi sebutan untuk mobil ini.

 KemenkumHAM Jambi, Kunker ke Pemkab Tanjab Barat, Ini yang Disampaikan Kakanwil

 Video Pernikahan Kebanjiran, Tamu Berjoget Walau Basah Kuyup, Yang Pakai Kebaya Juga Asik Goyang

 Ahok Ingin Jadi Konsultan e-Budgeting, Rajin nge-Vlog & Menikah Usai Bebas, Polri Belum Terima Surat

Mobil ini menggunakan mesin 2 tak 3 silinder berkapasitas 550cc. Karena memakai mesin 2 langkah, mobil ini memakai oli samping seperti motor 2 tak pada umumnya.

Mesin ini masih menggunakan karburator untuk pasokan bahan bakar dan platina untuk pengapian. Untuk urusan pendinginan mesin, mobil ini bisa selangkah lebih maju dengan penggunaan pendingin cairan atau water cooled.

Tenaga maksimum yang bisa dihasilkan mobil ini mencapai 33Hp pada 4500Rpm dan torsi sekitar 52Nm pada 3000Rpm. Transmisi yang digunakan masih standar jaman itu dengan transmisi manual 4 percepatan.

Berat kosong mobil ini hanya sekitar 650Kg untuk versi pikapnya. Tenaga dan torsi mobil ini diatas kertas memang sangat kecil. Namun kenyataanya, dengan konfigurasi mesin 3 silinder 2 langkah, tarikan bawah mobil ini lumayan kencang.

Beberapa orang malah ada yang bilang kalau akselerasi Suzuki Truntung ini mirip dengan Yamaha RX-King yang sering dipakai jambret untuk melarikan diri.

Karena akselerasinya ini, tidak jarang pada jaman 80-an dulu banyak anak muda yang iseng ikut serta dalam ajang slalom menggunakan mobil pikap ini. Walaupun akselerasinya lumayan, namun sepertinya mobil ini masih kalah dengan pikap lain sekelasnya untuk urusan angkutan barang dilihat dari populasinya yang sudah mulai jarang beroperasi di wilayah pegunungan.

Wali Kota Pagaralam, Alpian Maskoni, datang ke kantor DPRD Kota Pagaralam untuk mengikuti rapat paripurna menggunakan mobil jadul keluaran 1977, Suzuki ST 20 mobil truntung, Senin (21/1/2019).
Wali Kota Pagaralam, Alpian Maskoni, datang ke kantor DPRD Kota Pagaralam untuk mengikuti rapat paripurna menggunakan mobil jadul keluaran 1977, Suzuki ST 20 mobil truntung, Senin (21/1/2019). (Sripo/ Wawan Septiawan)

Suzuki Truntung muncul hanya dalam bentuk pikap yang menurut pabrikannya hanya bisa mengangkut barang seberat 350Kg. Namun karena masa produksinya bertepatan dengan masa jayanya industri karoseri, muncul juga Suzuki Truntung dengan bodi minibus.

Di daerah perkotaan, mungkin sudah jarang populasi mobil ini dan kebanyakan mungkin sudah dibesi tuakan. Namun di beberapa wilayan pelosok, ternyata Suzuki Truntung ini masih lumayan banyak beroperasi dan menjadi buruan kolektor dan pengusaha kecil. Ini mungkin dikarenakan bentuknya yang terkesan kecil, unik dan klasik. Selain itu karena menganut mesin 2 langkah 3 silinder membuat torsi mobil ini lumayan hebat walau kapasitas murni silindernya hanya 538cc.

Spesifikasi Suzuki ST20 :

  • Jenis Pickup / Minibus
  • Tipe ST20
  • Mesin LJ50 2 stroke 539cc
  • Bore X Stroke 61.0 X 61.5 mm
  • Sistem Bahan Bakar Karburator
  • Transmisi Manual 4 Speed
  • Wheelbase 1.840 mm
  • Panjang 3.195 mm
  • Lebar 1.395 mm
  • Tinggi N/A

IKUTI KAMI DI INSTAGRAM:

Editor: duanto
Sumber: Tribun Sumsel
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved