Video Viral! Remaja Bawa Jasad Ibunya dengan Sepeda Butut ke Hutan dan Gali Kuburan Ibunya Sendirian

Sayang, tidak sedikitpun orang yang peduli kepadanya. Para tetangga menolak untuk membantu memakamkan ibunya yang meninggal.

TRIBUNJAMBI.COM - Saroj, remaja 17 tahun, berjalan tertatih dengan sepeda bututnya, berharap orang-orang peduli padanya.

Sayang, tidak sedikitpun orang yang peduli kepadanya. Para tetangga menolak untuk membantu memakamkan ibunya yang meninggal.

Diwartakan Daily Mirror, Jumat (18/1/2019), sungguh malang nasib Saroj, yang terlahir dalam ekonomi yang sulit. Ayahnya pun juga sudah tiada. Kini ia merana, hidupnya tinggal sebatang kara. Pada akhirnya ia juga harus kehilangan ibunya.

Pemuda 17 tahun asal Odisha India ini, berjalan kaki kurang lebih sejauh 5 KM, demi menuju tempat peristirahatan terakhir ibunya yang tidak lain adalah hutan.

Baca: Tak Hanya Melezatkan Makanan, Ini Manfaat Daun Salam untuk Kesehatan, Perhatikan Cara Mengkonsumsi!

Baca: Akhirnya Jelas, Tanggal Pernikahan Ahok Bukan 15 Februari dan Perubahan Sikap Fifi Lety

Baca: Tampil Rambut Pendek, Maia Estianty Dipuji Lebih Muda & Mirip Alyssa Daguise, Pacar Al Ghazali

Ya, hutan adalah tempat di mana Saroj akan memakamkan ibunya dengan seorang diri menggali sendiri sebuah liang kubur.

Tetangga menolak membantunya hanya karena mereka miskin dan terlahir dari kasta paling rendah. Nasib ibunya pun juga sungguh ironis, ia meninggal hanya karena perkara kecil soal air.

Awalnya ibunya, Jangki (45) berjalan untuk mendapatkan air, sayang ia pingsan dalam perjalanan, hingga akhirnya ia dinyatakan meninggal.

Saroj yang panik pergi dan berbicara pada tetangganya, di Karlabahali, Odisha, India, tetapi tak ada satu pun yang peduli padanya. Dengan tertatih dibantu sepeda buntutnya, Saroj membawa jenazah ibunya yang dibentangkan di belakangnya.

Baca: Kriteria Suami Idaman Ayu Ting Ting, Dengar Ria Ricis Sebut Nama Enji, Reaksi Ayu dan Ayahnya

Baca: 2 Hari Jalan Kaki, Polres Kerinci Temukan Ladang Ganja 2 Hektare di Dalam Hutan TNKS

Baca: Dibedah, Dalam Perut Buaya Pemakan Deasy Tuwo Ditemukan Benda-benda Ini, Tulang dan Pakaian Manusia

Dia juga telah meminta bantuan pada penduduk setempat untuk mengkremasi jenazah ibunya. Tetapi, jawaban yang mucul selalu sama, mereka menolaknya karena Saroj dan keluarganya berasal dari kasta yang lebih rendah.

Orang-orang yang menyaksikan bagaimana Saroj membawa jenazah ibunya melemparkan pertanyan, "Apa yang kau bawa?" kata seorang lelaki dalam sebuah video.

Saroj hanya menjawabnya dengan lirih, "Ini ibuku."

Baca: Video Pernikahan Kebanjiran, Tamu Berjoget Walau Basah Kuyup, Yang Pakai Kebaya Juga Asik Goyang

Baca: Hotman Paris Ungkap Kedekatannya Dengan Rizieq Shihab dan Dukungannya Untuk Capres di Pilpres 2019

Baca: Presiden Jokowi Beri Grasi Otak Pembunuhan Berencana Wartawan di Bali, Lebih Ringan Dari Vonis Hakim

Kisah ini adalah kisah nyata bagaimana sistem kasta masih melekat dalam stigma masyarakat di India. Sistem kasta di India dikatakan telah berusia sekitar 3.000 tahun.

Orang-orang Hindu, dibagi dalam kelompok hierarkis yang kaku dan mengacu pada karma (pekerjaan) dan Dharma (Agama dalam bahasa Hindu), kutip BBC.

Sistem ini sejatinya sudah dilarang oleh pemerintah India untuk mendiskriminasi kelompok tertentu sejak 1950. Tetapi sistem ini masih digunakan di desa-desa terpencil di India, sebagai bagian dari keyakinan mereka.(*)

Penulis: wawan kurniawan
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved