Terkenal Misterius! Detasemen Harimau Disebut Rajanya Pasukan Khusus Indonesia Pelindung Presiden RI

Namun, diketahui Pasukan Khusus andalan Soekarno ini bisa dikatakan raja dari semua pasukan khusus Indonesia.

Terkenal Misterius! Detasemen Harimau Disebut Rajanya Pasukan Khusus Indonesia Pelindung Presiden RI
Kolase/Kepoan.com
Detasemen Harimau (Den Harin) 

TRIBUNJAMBI.COM - Bila menyebut nama Pasukan Khusus Indonesia. Nama-nama seperti Kopassus, Denjaka, Kopaska, Sat Bravo hingga Sat Gultor, merupakan satuan elite TNI dari 3 matra berbeda.

Kekuatan semua pasukan khusus itu sudah tidak diragukan lagi kemampuannya.

Sekali serang, musuh maupun tentara asing yang menghadapinya langsung 'keok'.

Namun siapa sangka, sebelum nama-nama pasukan khusus itu ada.

Baca Juga:

Bertaruh Nyawa! Pratu Stanley Prajurit Kopassus yang Merayap dari Serbuan Peluru GAM Demi Sosok ini

Syarat Menjadi Kopaska, Wajib Ikuti Latihan Seperti Neraka Untuk Gabung Pasukan TNI AL Paling Seram

Geger Perwira Inggris dan Pasukan Malaysia Mati Mendadak Gara-gara Remehkan Marinir Indonesia

Kopassus Klarifikasi Soal Kabar Satgultor 81 Diturunkan Memburu Egianus Kogoya & KKSB Papua

Baru Datang Beberapa Personel, Denjaka sudah Habisi Perompak Somalia, Kayak Film Captain Phillips

Presiden Soekarno pernah membentuk Pasukan Khusus yang namanya kini sudah tak lagi ada.

Namun, diketahui Pasukan Khusus andalan Soekarno ini bisa dikatakan raja dari semua pasukan khusus Indonesia.

Lalu seperti apakah sosok mereka, dan apa kemampuannya yang sampai disebut rajanya pasukan khusus Indonesia.

Ya, proklamasi kemerdekaan Indonesia yang dibacakan oleh Soekarno-Hatta pada 17 Agustus 1945 ternyata tidak diketahu secara merata.

Khususnya oleh rakyat Sulawesi Selatan karena masih jarang yang memiliki radio.

Oleh karena itu pasukan NICA dan KNIL yang sudah dibebaskan oleh pasukan Jepang dari tahanan memanfaatkan situasi minimnya informasi di Sulawesi Selatan itu untuk mengambil alih kekuasaan.

Pengibaran bendera pusaka saat proklamasi 17 Agustus 1945.
Pengibaran bendera pusaka saat proklamasi 17 Agustus 1945. (dok)
Halaman
1234
Editor: ekoprasetyo
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved