Tak Bisa Kompromi, Satpol PP Kota Jambi Ancam Pengusaha Barang Bekas

Usaha jual beli barang bekas di kawasan Kelurahan Mayang Mangurai, Kecamatan Alam Barajo dikeluhkan masyarakat.

Tak Bisa Kompromi, Satpol PP Kota Jambi Ancam Pengusaha Barang Bekas
Tribunjambi/Rohmayana
Petugas mendatangi tempat usaha jual beli barang bekas di kawasan Kelurahan Mayang Mangurai, Kecamatan Alam Barajo. 

Laporan wartawan Tribun Jambi, Rohmayana

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI-Usaha jual beli barang bekas di kawasan Kelurahan Mayang Mangurai, Kecamatan Alam Barajo dikeluhkan masyarakat. Pasalnya usaha tersebut kini menumpuk dan mengganggu pengguna jalan. Selain itu kerapkali menimbulkan bau dan menjadi sarang nyamuk.

Lurah Mayang Mangurai mengatakan sudah sering memperingatkan pengusaha tersebut, agar membuat pagar sehingga tumpukan barang bekas tersebut tidak mengganggu masyarakat.

"Sudah sering kita peringatkan tapi sampai sekarang belum juga dilaksanakan," katanya.

Dia mengatakan bahwa pekan depan pihaknya akan membuat surat peringatan terakhir kepada pemilik usaha, agar segera membuatkan pagar dan tidak mengganggu jalan.

"Pekan depan kita surat yang terakhir, kalau misalnya tidak diindahkan barang-barang yang akan kita anggkut," katanya.

Sementara itu Camat Alam Barajo, Amran mengatakan bahwa pihaknya sudah mendapat laporan mengenai hal tersebut. Bahkan dirinya sudah meninjau langsung ke lokasi.

"Memang usaha barang bekas tersebut mengganggu pengguna jalan, karena tumpukannya sampai di pinggir jalan," ujarnya.

Baca: Hilang Kendali Mobil Carry Tabrak Rumah di Bungo, Pemiliknya Keluar Kaget Lihat Rumahnya

Baca: KPU Beberkan Penyebab Partisipasi Pemilih di Jambi Melemah

Baca: Gara-gara Buah Duku, Adik dan Kakak Ipar di Bungo Saling Bacok

Baca: Polres Tanjabtim Tangkap Pelaku Penyelundupan 8 Kardus Baby Lobster Senilai Rp 8 Miliar

Baca: Pemkot Jambi Akan Bedah 600 Rumah di 11 Kecamatan, Ini Syaratnya

Oleh karena itu dirinya memperingatkan kepada pemilik usaha agar segera memindahkan barangnya ke tempat lain agar tidak mengganggu pengguna jalan.

"Selain mengganggu estetika dan keindahan kota, banyak laporan masyarakat bahwa aktivitas bongkar muat di sini menggunakan truk-truk besar," katanya.

Sementara, Kepala Bidang penegakan peraturan daerah Satpol PP Kota Jambi, Said mengatakan bahwa dirinya masih menunggu koordinasi dengan pihak kecamatan.

Jika pemilik usaha tidak mengindahkan instruksi dari kecamatan dan kelurahan, maka pihaknya akan mengerahkan mobil dinas kebersihan untuk mengangkut barang bekas tersebut.

"Keterangan dari pihak Kecamatan ini sudah lama berjalan usaha ini, dan sudah sering diperingatkan. Makanya jika kali ini tidak diindahkan makan langsung kita angkut," pungkasnya.

Penulis: Rohmayana
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved