Dugaan Korupsi Taman Hijau Bungo, Faruk Ngaku Tak Tahu Perusahaannya Dipinjam, Hanya Tahu Uang Masuk

Kasus dugaan korupsi Taman Hijau Bungo menunggu koordinasi antara Kejari Bungo dan pemeriksaan ahli dari BPK.

Dugaan Korupsi Taman Hijau Bungo, Faruk Ngaku Tak Tahu Perusahaannya Dipinjam, Hanya Tahu Uang Masuk
Tribunjambi/Jaka
Seorang pengunjung sedang duduk santai di Taman Hijau Bungo. 

Laporan Wartawan Tribun Jambi Jaka HB

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA BUNGO - Kasus dugaan korupsi Taman Hijau Bungo menunggu koordinasi antara Kejaksaan Negeri (kejari) Bungo dan pemeriksaan ahli dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

“Kita kemarin sudah pemeriksaan, terakhir perusahaan pemenang tender. Kita ada pemeriksaan dari ahli, dari BPK. Masih koordinasi terkait jadwal,” kata Galuh Bastoro Aji selaku Kepala seksi pidana khusus Kejaksaan Negeri Bungo, pada Minggu (20/1).

Galuh mengatakan direktur perusahaan pemenang tender atas nama Faruk menyatakan tidak mengetahui bahwa perusahaannya dipinjam, mulai dari penandatanganan kontrak dan seterusnya.

“Dia taunya uangnya masuk ke rekening dia,” ungkap Galuh.

Sebelumnya proyek yang nilainya hampir Rp 1 miliar ini diketahui menggunakan Dana Alokasi Khusus) tahun 2015. Kasus ini sudah diperiksa sejak 2016 dan sudah banyak saksi yang dipanggil.

Baca: Lihat Masjid yang Dibangun Almarhumah Istri Ustaz Maulana Ini, Lantainya Saja Ada 5

Baca: Bicara Soal Gaya Busana, Ini Pilihan Gaya Adelia Pasha yang Tampil Menawan

Baca: Najwa Shihab Jadi Moderator Debat Capres Berikutnya? Sudjiwo Tedjo Menolak, Sebut Berpihak

Baca: Arif Nyamuk Diringkus Polisi Saat Lagi Tertidur Pulas

Baca: Sering Potong Rambut Presiden Jokowi, Siap Sangka Bayaran Herman Bisa Sampai Sebesar Ini

Pada 24 Oktober 2018 Tribun mencatat Kejaksaan Negeri Kabupaten Bungo memanggil lima saksi untuk dugaan korupsi Taman Hijau yang dilakuan sejak 2015 lalu. 

“Sejauh ini kita sudah melakukan pemberkasan untuk dua tersangka tersebut dan kita sudah mengambil langkah memanggil saksi-saksi. Mulai dari Reniwati selaku ketua pokja, Muhammad S.Sos, Zulkifli ST,
Jamaluis Sit, Dasmaardi. Empat orang adalah anggota pokja,” katanya waktu itu.

Meski pun begitu satu saksi tidak dapat datang. “Reniwati tidak dapat hadir karena dinas luar daerah,” ungkapnya.

Dia mengatkan bahwa kasus tindak pidana korupsi ini jelas sudah terbukti kerugian negara melalui laporan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan temuan penyidik.

“Ada perbuatan melanggar hukum yang menyebabkan kerugian negara lebih kurang Rp 150 juta,” ungkapnya.

Galuh mengatakan kesalahan-kesalahan yang ditemukan bermacam-macam.

“Ada yang dikarenakan pekerjaan yang tidak sesuai dengan spek, kedua disebabkan fakta bahwa pengawasan tidak dilaksanakan,” katanya.

Baca: VIDEO: Gunung Kerinci Keluarkan Asap Tebal, 6 Pendaki Diminta Segera Turun

Baca: Soal Dugaan Penyalahgunaan Beasiswa, Nasib SAH Ditentukan Malam Ini!

Baca: Dengar Suara Aneh di Kamar Anaknya, NS Kaget Melihat Anaknya, Pintu Langsung Didobrak

Baca: Dibantu Dishub Kota Jambi, Bawaslu Tertibkan Alat Peraga di Angkot

Penulis: Jaka Hendra Baittri
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved