Pasca Edy Rahmayadi Mundur Dari PSSI, Para Pemilik Suara Tak Ingin Percayakan ke Orang-orang Lama

Pasca Edy Rahmayadi mundur dari Ketua Umum PSSI mayoritas para pemilik suara tak ingin percayakan PSSI kepada orang-orang lama

Pasca Edy Rahmayadi Mundur Dari PSSI, Para Pemilik Suara Tak Ingin Percayakan ke Orang-orang Lama
Dok: Biro Humas dan Keprotokolan Setda Provinsi Sumut
Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi meminta kepala desa, lurah dan camat memiliki program konkret untuk mensejahterakan masyarakat, Selasa (20/11/2018)(Dok: Biro Humas dan Keprotokolan Setda Provinsi Sumut) 

TRIBUNJAMBI.COM - Pasca Edy Rahmayadi mundur dari Ketua Umum PSSI mayoritas para pemilik suara tak ingin percayakan PSSI kepada orang-orang lama.

Edy Rahmyadi Minggu (20/1/2019) menyatakan mundur dari jabatan Ketua Umum PSSI.

Untuk sementara jabatan Ketua Umum bakal dipegang oleh Joko Driyono yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Ketua Umum PSSI.

Pasca mundurnya Edy Rahmayadi PSSI bisa melakukan kongres luar biasa untuk memilih ketua.

Para pemilik suara (voters) Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia ( PSSI) mendorong induk organisasi olahraga tersebut untuk segera menggelar kongres luar biasa (KLB), menyusul mundurnya Ketua Umum Edy Rahmayadi.

Menurut Ketua Asosiasi Provinsi PSSI DKI Jakarta, Uden Kusuma Wijaya, KLB perlu diajukan demi pembaruan PSSI.

"Tak ada jalan keluar lain," ujar Uden Kusuma Wijaya yang dikutip Kompas.com dari Antaranews.com, pada sela kongres tahunan PSSI tahun 2019 di Nusa Dua, Badung, Bali, Minggu (20/1/2019).

Baca: BPJS Kesehatan Tak Lagi 100 Persen Gratis, Ini Rincian Biaya yang Harus Ditanggung Peserta

Baca: Pratu Makamu Anggota TNI Tewas Tertembak KKB Papua Saat Antar Logistik, Diberondong Dari Ketinggian

Uden berpendapat bahwa PSSI sedang dalam kondisi sangat buruk menyusul adanya kasus hukum pengaturan skor yang melibatkan sejumlah komite eksekutifnya.

Bahkan, beberapa komite eksekutif PSSI juga sudah ada yang ditetapkan sebagai tersangka.

Oleh karena itulah, Uden berharap PSSI dapat menemukan orang-orang baru yang kompeten untuk menduduki posisi-posisi pengambil keputusan.

Halaman
1234
Editor: bandot
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved