Gelar Seminar Pajak, Hario Damar Ingatkan Wajib Pajak Harus Jujur

Kepala Pusdiklat pajak Jakarta Hario Damar mengingatkan bahwa harus ada penyamaan cara pandang antara pemerintah dan masyarakat.

Gelar Seminar Pajak, Hario Damar Ingatkan Wajib Pajak Harus Jujur
Tribunjambi/Rohmayana
Pengurus Daerah Jambi Asosiasi Konsultan Pajak Publik Indonesia (AKP2I) Sabtu (19/1) menggelar Seminar penyusunan laporan pajak SPT tahunan PPh badan 2018 rekonsialisasi fiskal di hotel Odua Weston. 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Rohmayana

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI- Pengurus Daerah Jambi Asosiasi Konsultan Pajak Publik Indonesia (AKP2I) Sabtu (19/1) menggelar Seminar penyusunan laporan pajak SPT tahunan PPh badan 2018 rekonsialisasi fiskal di hotel Odua Weston.

Seminar tersebut diisi langsung oleh kepala Pusdiklat Jakarta Hario Damar, Harisman Isa Mohammad , dan Reza Noor Karim sebagai mantan direktur pemeriksaan dan penyidikan Pajak.

Tampak ratusan peserta juga antusias dalam mengikuti seminar tersebut, di antaranya diikuti oleh konsultan, pemilik perusahaan, bendaharawan dan lainnya.

Kepala Pusdiklat pajak Jakarta Hario Damar menyampaikan, bahwa saat menyampaikan materi dirinya mengingatkan bahwa harus ada penyamaan cara pandang antara pemerintah dan masyarakat. Karena menurutnya SPT tahunan PPh badan harus diisi dengan jelas, lengkap, dan benar.

"Di situ kita harus liat posisi masing-masing harus ada keselarasan, dalam menyampaikan SPT PPh badan, baik dari Pihak KPP maupun wajib pajak," katanya.

Baca: Dishub Akan Ujicoba Koridor 2 Trans Siginjai, Rute Sengeti-Bandara Sultan Thaha

Baca: Fachrori Launching Penjualan Ikan Online di Kerinci

Baca: PPJB Jadi Wadah Kaum Muda untuk Berbagi Ilmu dan Sosial

Baca: Umar Kholid Ditangkap, di Tangan Penyebar Hoax Ijazah Presiden Jokowi Ditemukan Barang-barang Ini

Baca: VIDEO: Tribun Jambi Lemak Nian Jalan-jalan ke Pondok Dendeng Basah Hj.Herni

Harus diketahui bahwa di setiap KPP memiliki Account Representative (AR) untuk berkonsultasi masalah pajak secara gratis. Sehingga setiap wajib pajak sudah ada AR masing-masing.

"Jadi di sinilah bisa berkonsultasi di mana kelebihan dan kelemahan masing-masing, sehingga bisa berkomuniksi dengan nyaman. Di sini AR berperan untuk membantu wajib pajak memahami Undang-Undang. Selain itu AR juga sebagai pengingat agar wajib pajak bisa mematuhi dan membayar pajak sesuai dengan peraturan Undang-undang," katanya.

Menurutnya bagi sebagian umum masyarakat masih memandang bahwa masalah pajak merupakan masalah yang kompleks. Sehingga keberadaan AR disiapkan untuk membantu wajib pajak untuk berkonsultasi terkait teknis perpajakan.

"Jadi antara wajib pajak dan AR harus komunikasi yang baik. Ketika WP menyampaikan laporan pajaknya, WP juga harus menyampaikan laporan keuangan dengan jujur. Jadi jangan sampai masyarakat terkena sanksi. Misalnya WP tidak mampu membayar pajak dengan perhitungan yang sudah dihitung, maka tetap bisa dikurangi dengan beberpa pasal yang tersedia. Proses tersebut bisa di komunikasikan dengan AR, jika memang WP tidak mampu membayar," jelasnya.

Baca: Selama 4 Tahun Tak Saling Bicara, Begini Jadinya Tika & Tiwi T2 Setelah Ketemuan

Baca: Pengacara Aris Idol Sebut Kliennya Dijebak, Inisial A Tawari Pekerjaan dan Sediakan Sabu

Baca: Bagini Cara Cerdas Warga Puri Mayang Agar Warganya Akur

Baca: Ini Cara Agar Si Kecil Lepas dari Gadget, Sehingga Bisa Lebih Aktif di Lingkungan Sosial

Penulis: Rohmayana
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved