Breaking News:

Indonesia Bakal Beli Drone Militer dari Tiongkok dan Portugal, Ini Dia Kegunaan Drone untuk Militer

Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu mengatakan pihaknya berencana membeli pesawat tanpa awak atau drone militer untuk memperkuat pertahanan Indonesia

drone Wing Loong II yang dibeli oleh Raja Salman / Foto : Defense-Blog.com 

Indonesia Bakal Beli Drone Militer dari Tiongkok dan Portugal, Ini Dia Kegunaan Pesawat Tanpa Awak untuk Militer

TRIBUNJAMBI.COM - Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu mengatakan pihaknya berencana membeli pesawat tanpa awak atau drone militer untuk memperkuat alat utama sistem persenjataan (alutsista) Republik Indonesia.

Hal itu dilakukan sebagai respon atas terhambatnya proses pembelian pesawat tempur Sukhoi.

Ryamizard mengatakan Indonesia akan membeli drone militer dari Tiongkok dan Portugal.

“Ada 10 negara yang menawarkan dan sudah kita pilih dari Tiongkok, dari Portugal juga,” ungkapnya usai memimpin rapat pimpinan Kementerian Pertahanan di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Rabu (16/1/2019).

Menhan mengatakan anggaran pembelian drone militer itu sudah masuk Anggaran Penerimaan dan Belanja Negara (APBN) 2019, meskipun dia tak merinci berapa jumlahnya.

Baca: Ijazah SMA Jokowi Jadi Perdebatan di Media Sosial, Kepala Sekolah SMAN 6 Surakarta Beberkan Faktanya

Baca: Prabowo Subianto Sebut Klaten Diserbu Beras Impor, Bupati dan Petani Langsung Angkat Bicara: Surplus

Baca: Fakta Baru Vanessa Angel yang Bikin Kaget, Ternyata VA Juga Dipakai oleh Mucikarinya

Baca: Ternyata Belatung Digunakan untuk Pengobatan Tentara pada Saat Perang, Kok Bisa? Begini Penjelasanya

Sementara itu Menhan mengakui pembelian 11 unit pesawat tempur Sukhoi (SU-35) dengan sistem imbal beli komoditas pertanian masih terhambat pembayaran dari Kementerian Keuangan.

“Pembelian Sukhoi itu kan menunggu persetujuan tiga kementerian, sampai ke saya sudah final, saya sudah tanda tangan, sudah salaman tapi yang bayar bukan saya,” tegasnya.

Namun, ia memastikan bahwa setelah pembayaran dilunasi maka 11 unit Sukhoi itu akan tiba di Indonesia.

“Sukhoi itu pasti akan datang, itu kan sistemnya 50 persen kita jual hasil pertanian seperti kelapa sawit dan sebagainya, lalu sisanya kita bayar, itu kewenangan Kemenkeu tanya mereka saja,” pungkasnya.

Halaman
123
Penulis: Leonardus Yoga Wijanarko
Editor: Leonardus Yoga Wijanarko
Sumber: Tribun Bogor
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved