Dibangun Dengan Dana APBN, SMK Pertambangan Sarolangun Tak Terurus

Keberadaan SMK N 3 Pertambangan di Desa Lubuk Resam Kecamatan Cermin Nan Gedang (CNG) Kabupaten Sarolangun

Dibangun Dengan Dana APBN, SMK Pertambangan Sarolangun Tak Terurus
tribunjambi/wahyu herliyanto
Keberadaan SMK N 3 Pertambangan di Desa Lubuk Resam Kecamatan Cermin Nan Gedang (CNG) Kabupaten Sarolangun, yang dibangun dengan anggaran hingga Rp 10 Miliaran lebih menggunakan dana APBN pada tahun 2008 

Dibangun Dengan Dana APBN, SMK Pertambangan Sarolangun Tak Terurus

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Wahyu Herliyanto

TRIBUNJAMBI.COM, SAROLANGUN - Keberadaan SMK N 3 Pertambangan di Desa Lubuk Resam Kecamatan Cermin Nan Gedang (CNG) Kabupaten Sarolangun, yang dibangun dengan anggaran hingga Rp 10 Miliaran lebih menggunakan dana APBN pada tahun 2008, saat ini terlihat semakin tidak terurus.

Pantauan di lapangan, kondisi lingkungan sekolah terlihat tak enak dipandang, halaman sekolah mulai ditumbuhi rumput liar dan semak belukar.

Sementara bangunan kelas banyak yang retak, meja kursi belajar siswa yang patah dan pecah.

Kepala SMK Negeri 3 Pertambangan Sarolangun, Deri ketika dikonfirmasi mengiyakan kondisi tersebut.

Keberadaan SMK N 3 Pertambangan di Desa Lubuk Resam Kecamatan Cermin Nan Gedang (CNG) Kabupaten Sarolangun, yang dibangun dengan anggaran hingga Rp 10 Miliaran lebih menggunakan dana APBN pada tahun 2008
Keberadaan SMK N 3 Pertambangan di Desa Lubuk Resam Kecamatan Cermin Nan Gedang (CNG) Kabupaten Sarolangun, yang dibangun dengan anggaran hingga Rp 10 Miliaran lebih menggunakan dana APBN pada tahun 2008 (tribunjambi/wahyu herliyanto)

Memang sejak awal berdiri, sekolah ini dikonsenkan pada jurusan pertambangan, dengan siswa 78 orang.

Hingga empat tahun berdiri jumlah siswa sempat meningkat hingga 210 orang.

Nnamun beberapa tahun belakangan ditambah lagi kondisi sekolah seperti tidak diurus dan sudah mulai sepi peminat.

"Awal berdiri tahun 2008 memang dinamakan SMK Negeri 3 Pertambangan dengan 78 orang siswa awal dibuka,"

Baca: Tragedi Jatuhnya Pesawat MH370 Terungkap, Sosok Nelayan ini Ngaku Melihat Pesawat Meledak di Laut

Baca: Kini Giliran Fatya Ginanjarsari dan Riri Febrianti yang Dipanggil Polda Jatim, Kasus Prostitusi

Baca: Pilih Gambar Matahari, Psikologinya Ungkap Kepribadian Anda, Banyak yang Kaget Baca Hasilnya

"Sempat meningkat sampai 210 orang siswa hingga menurun saat ini tinggal 64 orang siswa," kata Deri, kamis (17/1).

DETIK-DETIK EVAKUASI BUAYA RAKSASA YANG MEMANGSA SEORANG WANITA:

IKUTI INSTAGRAM KAMI:

Penulis: Wahyu Herliyanto
Editor: nani
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved