Masih Tercatat Jadi Perangkat Desa, Caleg ini Disidang Bawaslu Bungo

Abdul Hamid, Ketua Bawaslu mengatakan hal ini sesuai dengan laporan dari Panwaslu Kecamatan Tanah Sepenggal Lintas.

Masih Tercatat Jadi Perangkat Desa, Caleg ini Disidang Bawaslu Bungo
tribunjambi/heri
Ilustrasi. Yusran, saat dimintai keterangan di Bawaslu Tebo 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Jaka HB

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA BUNGO - Caleg Berkarya Dapil III Bungo melanggar adiministratif. Sebab, dirinya masih menjabat sebagai perangkat desa.

Karena itu Badan pengawas pemilu (Bawaslu) Bungo mengadakan sidang pelanggaran administratif Caleg Partai Berkarya, pada Rabu (16/1/2019).

Abdul Hamid, Ketua Bawaslu mengatakan hal ini sesuai dengan laporan dari Panwaslu Kecamatan Tanah Sepenggal Lintas.

Baca: Diperiksa Bawaslu, Caleg Nasdem di Tebo Pilih Mundur, dan Pilih Tetap Jadi Penyuluh Pertanian

Baca: Ruko 10 Pintu Amblas di Bangko, Ternyata Jauh Hari Ini yang Disampaikan Bupati Al Haris

Baca: Sidang Dugaan Korupsi Pipanisasi, Saksi Ahli: Ada Pelanggaran Terjadi Sejak Penandatanganan Kontrak

"Laporannya tentang adanya dugaan pelanggaran administratif oleh salah satu calon dari partai berkarya dapil III inisial M, dimana laporan itu sudah diterima oleh majelis dan sudah diregister hari ini," katanya.

Karena itu Hamid mengatakan Rabu (16/1) ini pihaknya melakukan sidang pendahuluan dengan pelapor, yaitu panwascam.

Hamid mengatakan setelah sidang pendahuluan, Kamis (17/1/2019) dilakukan kembali sidang lanjutan.

"Mungkin besok sidang lanjutan terlapor dan pelapor mendengar keterangan baik dari pelapor mau pun terlapor, besok tanggal 17. Kita meminta keterangan dari terlapor. Ini kita kirimkan surat undangan," ungkapnya.

Baca: Dari 395 Warga Binaan yang Diusulkan, Hanya 89 yang Masuk DPT di Lapas Bungo

Baca: Diperiksa Bawaslu, Caleg Nasdem di Tebo Pilih Mundur, dan Pilih Tetap Jadi Penyuluh Pertanian

Baca: Pasukan Kopassus Menyelamatkan Tentara Spanyol Saat Diburu Pasukan Hizbullah, Begini Kisahnya

Terkait sanksi yang dapat dijatuhkan, pihak Bawaslu belum tahu.

“Itu tergantung majelis nanti, nanti majelis sidang yang akan mengoreksi dan mengadili, kita belum bisa berkomentar terlalu jauh, kita lihat dulu hasil putusan, apakah butuh pembatalan atau tidak itu belum tahu,” katanya.

Hamid mengatakan terlapor diduga masih menjabat sebagai kasi pemerintahan di Dusun Tebing Tinggi. Hal ini yang membuat caleg melakukan pelanggaran administratif. (*)

Penulis: Jaka Hendra Baittri
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved