Penghargaan ke 8, Piala Adipura Diarak Keliling Kota Bangko

Sesuai rencana, setelah piala tersebut datang ke Bungo, piala langsung dibawa ke Bangko dan diarak keliling Kota Bangko dan beberapa daerah lainnya.

tribunjambi/muzakkir
Piala Adipura, diarak saat tiba di Kabupaten Bungo 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Muzakkir

TRIBUNJAMBI.COM, BANGKO - Kabupaten Merangin kembali meraih penghargaan Adipura. Penghargaan kali ini merupakan penghargaan ke-8 yang berhasil diraih Kabupaten Merangin.

Piala lambang supermasi kebersihan Kota Bangko tersebut, telah diterima langsung oleh Bupati Al Haris, kemarin (14/1). Piala tersebut diserahkan langsung oleh Wakil Presiden RI Jusuf Kalla di Auditorium Dr Soedjarwo, Manggala Wanabakti, Jakarta.

Sesuai rencana, setelah piala tersebut datang ke Bungo, piala langsung dibawa ke Bangko dan diarak keliling Kota Bangko dan beberapa daerah lainnya.

Baca: DPO Kasus Narkotika Ini, Diringkus saat Berada di Warung Bubur Ayam

Baca: Putusan Belum Siap, Vonis Perkara Perumahan PNS Sarolangun Ditunda, Ini Jadwalnya

Baca: Jadi Kawasan Langganan Banjir, PUPR Bentuk Tim Pembersihan Drainase

Acara penyambutan digelar di Bandara Muara Bungo sekitar pukul 09.45 Wib, berlangsung sangat meriah. Tidak hanya para pejabat, para tokoh masyarakat Merangin juga hadir.

Usai acara penyambutan dengan tarian Sekapur Sirih, Piala Adipura yang dibawa bupati bersama Ketua TP PKK Merangin Hj Hesti Haris kemudian langsung diarak menuju Pasar Rantau Panjang, Tabir.

Mobil hias pembawa Piala Adipura bersama Bujang-Upik Merangin diikuti iring-iringan puluhan mobil lainnya itu, selanjutnya bertolak menuju Kota Bangko, untuk diarak keliling kota.

Baca: 4 Pelatih Tentara Tersambar Petir Usai Latih Secaba TNI AD di Pegunungan, Satu Diantaranya Tewas

Baca: Berkas Kasus BBM Ilegal 20 Ton, Belum Diserahkan ke Kejaksaan, Kasat Res: Masih Dilengkapi

Sorak-sorai masyarakat Kota Bangko menyambut arak-arakan tersebut, sangat luar biasa di sepanjang jalan yang dilalui. Arak-arakan Adipura ke-8 yang diraih Kabupaten Merangin itu, berakhir di jalan dua jalur.

‘’Alhamdulillah Piala Adipura kita raih lagi, meskipun sekarang ini untuk mendapatkan kembali Adipura sangat susah, kebetulan kita memiliki Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah sistem sanitari linefile yang disyaratkan,’’ kata Haris.

Haris menyebut, dari kabupaten/kota di Indonesia yang ingin meraih Adipura, hanya 114 kabupaten/kota yang masuk, selebihnya gugur karena tidak memiliki TPA sistem sanitari linefile, termasuk Kota Jambi.

Baca: Pelebaran Jalan Lintas Timur, Dari Penyengat Olak - Bukit Baling, Bupati: Tidak Ada Ganti Rugi

Baca: Umumkan Murtad, Remaja Perempuan Arab Ini Lari Keluar Negeri, Sebut Hidupnya Telah Bebas

Baca: Mengejutkan, Kisah Tentara Selamatkan Pria yang Sekarat di Jalan, Hanya Berbekal Benda Kecil Ini

Selain itu lanjut bupati, untuk penilaian Adipura kali ini harus bisa mengurangi volume sampah pelastik, karena setelah dikubur beberapa tahun pelastik itu tak juga hancur. Untuk itu ibu-ibu yang berbelanja ke pasar cukup pakai satu kantong saja.

‘’Biasanya beli cabai pakai satu kantong pelastik, beli bawang satu kantong lagi, beli ikan satu kantong pelastik lagi, beli kentang satu kantong pelastik pula, jadi banyak kantong pelastik yang digunakan, sekarang pakai satu kantong saja,’’ imbuhnya. (*)

Penulis: muzakkir
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved