Kasus Suap Rp 2 Miliar Lebih, Idrus Marham Mengaku Siap Resiko Apapun di Kursi Pesakitan

Idrus diduga berperan atas pemberian uang dari Kotjo yang diduga digunakan untuk membiayai musyawarah nasional

Kasus Suap Rp 2 Miliar Lebih, Idrus Marham Mengaku Siap Resiko Apapun di Kursi Pesakitan
Mantan Sekjen Partai Golkar, Idrus Marham ditahan seusai diperiksa di Gedung KPK Jakarta, Jumat (31/8/2018).(KOMPAS.com/ABBA GABRILLIN) 

Kasus Suap Rp 2 Miliar Lebih, Idrus Marham Mengaku Siap Resiko Apapun di Kursi Pesakitan

TRIBUNJAMBI.COM - Mantan Menteri Sosial sekaligus Mantan Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Idrus Marham kini sudah berstatus terdakwa.

Idrus Marham diduga menerima uang suap Rp2,25 miliar.

Dilansir dari Kompas.com, jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkapkan uang tersebut diterima Idrus dari pengusaha sekaligus pemegang saham Blackgold Natural Resources Limited, Johannes Budisutrisno Kotjo.

Mantan Sekjen Partai Golkar, Idrus Marham ditahan seusai diperiksa di Gedung KPK Jakarta, Jumat (31/8/2018).(KOMPAS.com/ABBA GABRILLIN)
Mantan Sekjen Partai Golkar, Idrus Marham ditahan seusai diperiksa di Gedung KPK Jakarta, Jumat (31/8/2018).(KOMPAS.com/ABBA GABRILLIN) ()

"Terdakwa menerima hadiah berupa uang secara bertahap sejumlah Rp 2,250 miliar dari Johannes Kotjo," ujar jaksa Lie Putra Setiawan saat membacakan surat dakwaan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Selasa (15/1/2019).

Selain Idrus, mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR, Eni Maulana Saragih juga didakwa kasus yang sama.

Baca: Pesan Mengharukan Ustaz Arifin Ilham Untuk Ketiga Istrinya, Doakan Sebentar Lagi Berangkat

Baca: Sedihnya, Anak Herman Seventeen Sebut Ayahnya Kini Sudah di Surga, Mimpi Diberi Sepatu

Baca: Putri Penyanyi Terkenal Buat Pengakuan Mengejutkan, Blak-blakan Akui Ia Digarap Bapaknya Sendiri

Uang tersebut diduga diberikan kepada Eni agar membantu Kotjo mendapatkan proyek Independent Power Producer (IPP) Pembangkit Listrik Tenaga Uap Mulut Tambang (PLTU) Riau 1.

Rencananya, proyek tersebut akan dikerjakan oleh PT Pembangkitan Jawa Bali Investasi (PT PJBI), Blackgold Natural Resources dan China Huadian Engineering Company Ltd yang dibawa oleh Kotjo.

Kotjo melalui Direktur PT Samantaka Batubara mengajukan permohonan dalam bentuk IPP kepada PT PLN Persero terkait rencana pembangunan PLTU.

Namun, karena tidak ada kelanjutan dari PLN, Kotjo menemui Ketua DPR sekaligus Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto.

Halaman
1234
Editor: nani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved