Jadikan Hoax Sebagai Pekerjaan Rumah, Ini yang Dilakukan KPU

"Kalau penyelenggaranya sudah tidak dipercaya, maka hasilnya juga tidak akan dipercaya. Itu yang diharapkan dari pembuat berita hoax ini," terangnya.

Jadikan Hoax Sebagai Pekerjaan Rumah, Ini yang Dilakukan KPU
Tribunjambi/Andika
Komisioner KPU Provinsi Jambi Sanusi. 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Hendri Dunan Naris

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Jambi, menganggap mereka memiliki pekerjaan rumah (PR) ketika ada berita hoax yang menyasar pada mereka.

Beberapa waktu lalu, ada beberapa hoax yang diarahkan langsung kepada penyelenggara pemilu yakni KPU. Mendapati kenyataan itu, maka pihak KPU merasa perlu untuk memberikan penjelasan.

"Ini PR kami dalam memberikan penjelasan secara utuh terkait hoax. Kita terus menyampaikan secara terbuka terkiat proses Pemilu 2019 mendatang,” ujar Apnizal, Komisioner KPU Provinsi Jambi, Minggu (13/1).

Baca: Fadli Zon Mengaku Kasihan dengan Alumni UI yang Deklarasikan Dukung Jokowi-Maruf Amin, Poster Pun. .

Baca: Maianan Anak-anak Berlogo Palu Arit yang Ditemukan di Jambi, Souvenir yang Didatangkan Dari Jakarta

Apnizal, mengatakan bahwa hoax dilakukan oleh oknum tidak bertanggung jawab dengan tujuan untuk menggerus tingkat kepercayaan masyarakat terhadap penyelenggara Pemilu, seperti KPU.

"Kalau penyelenggaranya sudah tidak dipercaya, maka hasilnya juga tidak akan dipercaya. Itu yang diharapkan dari pembuat berita hoax ini," terangnya.

Menurut Apnizal, sejumlah peristiwa akhir-akhir ini menjadi PR baru pihaknya untuk terus meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat. Ia meminta kepada stakeholder untuk sama-sama membangun opini terkait penyelenggaraan Pemilu.

Baca: Nukman Lutfie, Sang Pendekar Hantam Hoax Ini Berpulang, Sempat Terserang Stroke Saat Liburan

Baca: Heboh, Ada Lambang Palu Arit di Permainan Anak-anak yang di Jual di Mall, Polisi Lakukan Penyitaan

"Pemilu ini bukan hanya tanggung jawab KPU saja, tapi seluruh pihak, baik itu Pemda hingga elemen masyarakat," katanya.

Dikatakannya, opini publik yang berbau hoax atau bohong harus dilawan dengan cara memberikan informasi yang utuh dan jelas. Contohnya seperti informasi yang mengarah keraguan publik terhadap kota suara kardus.

"Kita meluruskan, kotak suara bukan dari kardus, tapi karton kedap air, duplek namanya," jelasnya.

Apnizal pun mengharapkan kepada komisioner KPU di Kabupaten/kota tetap terbuka jika ada masyarakat yang ingin memperoleh informasi seputar pemilu. (*)

Baca: Bos Teroris Poso Ali Kalora Terus Diburu, Polri Kerahkan 120 Personel Brimob: Siapa Ali Kalora?

Baca: Bos PT. Sari Nur di Tanjab Barat, Masuk DPO, Ini yang Dilakukannya Hingga Jadi Atensi Kepolisian

Penulis: dunan
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved