Pilpres 2019

Akan Disampaikan Malam Ini, Prabowo Subianto Ancam Mundur dari Pilpres 2019. Ini Kata Ketua BPN

Prabowo Subianto akan mengundurkan diri jika terjadi potensi kecurangan dalam Pilpres 2019. Hal itu diungkapkan Ketua Badan

Akan Disampaikan Malam Ini, Prabowo Subianto Ancam Mundur dari Pilpres 2019. Ini Kata Ketua BPN
TRIBUNJAKARTA.COM/NAWIR ARYSAD AKBAR
Ketua Timses Prabowo-Sandi, mantan Panglima TNI, Djoko Santoso di kediamannya yang berada di Jalan Bambu Apus Raya, Cipayung, Jakarta Timur, Jumat (28/9/2018) 

TRIBUNJAMBI.COM, MALANG - Prabowo Subianto akan mengundurkan diri jika terjadi potensi kecurangan dalam Pilpres 2019.

Hal itu diungkapkan Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) calon presiden dan wakil presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Djoko Santoso.

Djoko Santoso mengungkapkan rencana mundurnya Prabowo Subianto dalam pidatonya saat menghadiri acara #Bising (Bincang Asik dan Penting) oleh Gerakan Milenial Indonesia (GMI) di Kota Malang, Minggu (13/1/2019).

Awalnya, Djoko Santoso menceritakan perjalanannya dari Jawa Barat hingga ke Jawa Timur.

 

Jenderal Gatot Marah Fotonya Dicatut Tim Sukses Prabowo-Sandi, Jenderal Djoko Beri Penjelasan

Fadli Zon Mengaku Kasihan dengan Alumni UI yang Deklarasikan Dukung Jokowi-Maruf Amin, Poster Pun. .

Kemudian, dia menyampaikan bahwa dia harus segera balik ke Jakarta karena Prabowo Subianto, calon presiden yang didukungnya akan menyampaikan pidato kebangsaan pada Senin (14/1/2019).

Dikatakan Djoko, dalam pidatonya nanti Prabowo akan menyampaikan akan mundur dari kontestasi pilpres jika potensi kecurangan terus terjadi.

"Prabowo Subianto akan menyampaikan pidato kebangsaan. Memang supaya tidak terkejut barangkali, kalau tetap nanti disampaikan Prabowo Subianto, pernyataan terakhir Prabowo Subianto adalah kalau memang potensi kecurangan itu tidak bisa dihindarkan, maka Prabowo Subianto akan mengundurkan diri," katanya.

Purnawirawan TNI itu menyampaikan, salah satu potensi kecurangan dalam Pemilu 2019 adalah diperbolehkannya penyandang disabilitas mental atau tuna grahita untuk menggunakan hak pilihnya.

"Karena memang ini sudah luar biasa. Masak orang gila suruh nyoblos," katanya.

"Tuhan saja tidak memberi tanggung jawab kepada orang gila. Masak kami memberi tanggung jawab nyoblos," imbuhnya.

Halaman
1234
Editor: fifi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved