Turap di Mangun Jayo, Tebo, Belum Selesai, Warga Mulai Cemas

Namun, hingga kini belum terlihat adanya aktifitas pekerjaan lanjutan pembangunan turap tersebut.

Turap di Mangun Jayo, Tebo, Belum Selesai, Warga Mulai Cemas
tribunjambi/heri
Belum rampungnya pengerjaan turab di Desa Mangun Jayo, Tebo Tengah, membuat warga setempat cemas. Sebab, hingga kini tidak nampak pekerja di lokasi 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Heri Prihartono

TRIBUN JAMBI.COM, TEBO - Turap yang berada di Desa Mangun Jaya, Kecamatan Tebo Tengah, diharapkan sebagai penahan dari adanya longsor.

Namun, hingga kini belum terlihat adanya aktifitas pekerjaan lanjutan pembangunan turap tersebut. Padahal, lokasi yang berada di pinggir sungai itu berpotensi terjadi longsor.

Terlihat bagian turap tersebut terlihat terkikis sedangkan penahannya menuju bibir sungai terlihat belum kokoh.

Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Mangun Jayo, Kecamatan Tebo Tengah, Ubai Dila mengatakan, belum tahu kapan turap tersebut akan dirampungkan.

Baca: Sekda Provinsi Jambi Tegaskan Komitmen Kerjasama Dengan BPKP Terus Ditingkatkan

Baca: Pemkab Kembali Bangun Islamic Center di 3 Kecamatan, Pemkab Diminta Kecamatan Siapkan Lahan

Baca: Melawan Suap Utusan Koruptor, Mantan Hakim Agung Artidjo Alkostar Diserang dari Berbagai Sisi

Sebab, hingga saat ini proyek dari Dinas PUPR Provinsi Jambi itu belum selesai dikerjakan oleh rekanan dan terkesan terbengkalai. Saat ini belum ada pekerja maupun material pekerjaan yang berada di lokasi proyek.

"Tebing sungai sudah dikeruk sampai ke pinggir aspal, namun pekerjaan tidak dilanjutkan. Kemarin mereka (kontraktor) beralasan kondisi debit air tinggi sehingga tidak bisa bekerja. Sekarang ndak tau apa alasannya," kata Ubay.

Menurutnya, terahir pekerjaan dilakukan pada Desember 2018 lalu.

"Hanya bekerja 7 hari, sudah itu di tinggal begitu saja sampai sekarang material bangunan pun sudah tidak ada lagi di lokasi,” ujarnya, dengan nada kesal.

Pihaknya berharap kepada Dinas PUPR Provinsi Jambi agar mengingatkan rekanan agar pekerjaan turap tersebut dilanjutkan hingga selesai.

Dikhawatirkan tebing sungai longsor dan akan memakan jalan desa. Bahkan rumah warga juga bisa ikut terdampak longsor.

"Pihak kontraktor juga terkesan tidak bertanggungjawab atas pekerjaannya. Tebing yang sudah digerus tidak dipasang rambu-rambu peringatan. Jangan sampai ada warga yang menjadi korban, baru dipasang rambu-rambu peringatan,” tegasnya. (*)

Baca: Atiqah Hasiholan Jenguk Ibunya, Ratna Sarumpaet, Begini kabar Terbarunya di Polda Metro Jaya

Baca: Jurnalis Sayangkan Sikap Satpol PP Usir Wartawan Peliput Mediasi Konflik di Kantor Bupati Sarolangun

Baca: Merangin dapat Rp43 Milyar dari PUPR Provinsi, Ini Peruntukannya

Penulis: heri prihartono
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved