Ini Permintaan Terakhir Andriana, Siswi SMK yang Tewas Ditusuk di Bogor

TRIBUNJAMBI.COM, BOGOR - Almarhum Andriana Yubelia Noven Cahya Rejeki (18), korban pembunuhan di Kota

Ini Permintaan Terakhir Andriana, Siswi SMK yang Tewas Ditusuk di Bogor
TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho
Lokasi pembunuhan siswi SMK Baranangsiang di Bogor Timur, Kota Bogor. 

TRIBUNJAMBI.COM, BOGOR - Almarhum Andriana Yubelia Noven Cahya Rejeki (18), korban pembunuhan di Kota Bogor, pernah mengutarakan keinginannya untuk memakai baju hasil rancangannya sendiri.

Permintaan siswi SMK Baranangsiang Jurusan Busana tersebut akhirnya dipenuhi pihak keluarga saat jenazah disemayamkan di Gereja Santo Petrus, Jalan Siliwangi, Cianjur, Rabu (9/1/2019).

Yohanes Don Bosco, ayah kandung Andriana, tak kuasa menahan tangis saat melihat putrinya terbujur kaku di peti jenazah dengan memakai baju karyanya.

Baca: Luna Maya Tersipu Malu Saat Bicara dengan Ariel NOAH, Lu Gak Kenal Gue Tabok

Baca: Rp 2,8 Miliar Dikantongi Mucikari ES dari Puluhan Artis yang Jual Diri Secara Online

"Sudah kami turuti, saya menilai baju hasil rancangannya juga sangat bagus," kata Bosco dilansir dari TribunnewsBogor.com.

Don Bosco pun menceritakan, keluarganya sangat terpukul atas musibah yang menimpa Andriana. Putrinya sudah tinggal di Bogor selama tiga tahun dan sebentar lagi akan lulus sekolah. "Ia sudah tiga tahun berada di Bogor, sekolahnya hampir selesai," kata Bosco.

Usai upacara pemberkatan jenazah di Gereja Santo Petrus, jenazah Andriana dibawa ke Cimuncung, Bandung, untuk dimakamkan.

Baca: Awal Pebruari, Pemkot Lantik Pejabat Eselon III dan IV, Khusus Eselon II Masih Menunggu Waktu

Baca: Kerinci 4 Kali Raih WTP, Prestasi Kabupaten Kerinci Tingkat Nasional dan Provinsi Tahun 2017-2018

Baca: Mengejutkan Transaksi Uang Mucikari dengan Vanessa Angel Sejak 1 Januari 2018 Hingga 5 Januari 2019

Don Bosco berharap aparat kepolisian segera menangkap pelaku yang tega menghabisi nyawa putrinya tersebut.

Sementara itu, sejumlah warga di sekitar gang di Jalan Riau, Baranangsiag, Bogor, menjelaskan, aksi pembunuhan tersebut sempat terekam CCTV.

Dari rekaman tersebut, tampak seorang pria bertato melakukan aksi keji kepada Andriana di sebuah gang. Saat itu korban masih berseragam sekolah, diduga korban sedang dalam perjalan ke indekosnya.

"Korban sempoyongan terus jatuh, pelaku satu orang, baju biru celana panjang hitam tangannya banyak tato, sekitar 18-19 tahunan," kata Deki, warga sekitar lokasi setelah melihat rekaman CCTV.

Baca: Strawbery dan Terongfirus jadi Produk Unggulan, Desa Mekar Sari, Wakili Jambi di Tingkat Nasional

Halaman
12
Editor: ridwan
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved