Suami Kalah Tenar dan Dipanggil Pak Sri,Dibalik Prestasi Sri Mulyani Menkeu Terbaik Versi The Banker

Majalah keuangan internasional The Banker, Rabu (2/1), menobatkan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati sebagai Finance Minister of The Year 2019

Suami Kalah Tenar dan Dipanggil Pak Sri,Dibalik Prestasi Sri Mulyani Menkeu Terbaik Versi The Banker
Istimewa
Sri Mulyani Indrawari dan Tonny Sumartono 

Sosok Tony Soemartono Suami Sri Mulyani yang Kalah Tenar dibanding istrinya, Dipanggil Pak Sri. Inilah Pria dibalik Prestasi Sri Mulyani Menjadi Menkeu Terbaik Versi The Banker

TRIBUNJAMBI.COM - Majalah keuangan internasional The Banker, Rabu (2/1), menobatkan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati sebagai Finance Minister of The Year 2019.

Gelar tersebut diberikan atas capaian Kementerian Keuangan (Kemkeu) yang dianggap berhasil mengatasi berbagai tantangan perekonomian di sepanjang 2018.

Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kemkeu Nufransa Wira Sakti dalam keterangan resmi yang diterima Kontan.co.id, Kamis (3/1), mengatakan, beberapa hal menjadi pertimbangan The Banker dalam penetapan Finance Minister of The Year tersebut.

Pertama, terjaganya ketahanan perekonomian negara di tengah berbagai bencana dan tragedi sepanjang tahun 2018.

Baca: BREAKING NEWS Harga BBM Turun Per 5/1/2019, Ini Daftarny

Baca: Menteri Keuangan, Sri Mulyani Beberkan Besaran Kenaikan Gaji PNS/ASN dan Pensiunan Untuk Tahun 2019

Hal ini terlihat dari capaian defisit APBN 2018 untuk sementara yakni 1,76% dari produk domestik bruto (PDB), lebih rendah dari yang diperkirakan dalam APBN 2018 sebesar 2,19%.

Kedua, "adanya modernisasi respon negara terhadap bencana alam melalui strategi pembiayaan risiko dan penjaminan atau asuransi untuk mempercepat proses bantuan dan pemulihan pascabencana," terang Nufransa.

Ketiga, The Banker juga mengapresiasi Sri Mulyani yang telah membuat serangkaian perubahan pada sistem perpajakan untuk meningkatkan pendapatan negara, antara lain penyederhanaan proses pembayaran pajak dan penambahan lokasi tempat pembayaran pajak.

Hal ini dilakukan mengingat Global Competitiveness Report 2017 menempatkan Indonesia pada peringkat ke 41 dari 138 negara, turun empat peringkat dari tahun sebelumnya.

Keempat, tarif Pajak Penghasilan (PPh) untuk perusahaan kecil dan menengah juga dipotong menjadi hanya 0,5%.

Halaman
1234
Editor: bandot
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved