Mengapa Brigpol Dewi Bisa 'Dijebak' Kirim Video Syur Durasi 11 Menit? AKBP Musa Blak-blakan

Video berpose syur itu berdurasi 11 menit 2018. Mengapa Brigpol Dewi bisa terjebak mengirimkan video syur itu?

Mengapa Brigpol Dewi Bisa 'Dijebak' Kirim Video Syur Durasi 11 Menit? AKBP Musa Blak-blakan
banjarmasin post group/ nia kurniawan
Ilustrasi di kamar hotel. 

Video berpose syur itu berdurasi 11 menit 2018. Mengapa Brigpol Dewi bisa terjebak mengirimkan video syur itu?

TRIBUNJAMBI.COM, MAKASSAR - Ternyata, jauh-jauh hari sebelum kasus Brigpol Dewi menjadi viral dan trending topic, penyidik cyber crime telah mengendusnya.

Kasus foto selfie pose seksi dan video p0rno oknum polwan Brigpol Dewi, ternyata dibongkar oleh tim Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Sulsel.

Kasubdit II Cyber Crime Ditreskrimsus, AKBP Musa Tampubolon, menyebutkan, pengungkapan foto selfie itu usai dilakukan pelacakan sebelum kasus Dewi dilaporkan.

"Jadi kami melacak terhadap pelaku itu sebelum kasus ini dilaporkan," kata Musa saat ditemui di gedung 2 Ditreskrimsus Markas Polda Sulsel, Jl Perintis Kemerdekaan, Daya, Makassar, Jumat (4/1/2019).

Jauh hari sebelum kasus Brigpol Dewi ini menjadi viral dan trending topic di berbagai media nasional. Pihak penyidik Cyber Crime telah mengendus kasus tersebut.

Endusan pelaku penyebaran foto selfie dengan pose seksi Dewi, mantan Polwan di Satuan Sabhara Polrestabes Makassar tersebut diketahui pula punya video p0rno berdurasi 11 menit pada 2018.

AKBP Musa Tampubolon mengatakan pelaku mendapatkan foto selfie Dewi lewat Facebook.

Baca Juga:

 BREAKING NEWS Harga BBM Turun Per 5/1/2019, Ini Daftarny

 Raja Intel Peringatkan Soeharto, Malah Terima Pembalasan Dendam Beberapa Waktu Kemudian

 VIDEO Inilah Sosok Maya Sopia, Perempuan yang Mengaku akan Jadi Presiden

 Tiba di Mapolresta Jambi, Kombes Pol Dover Christian Disambut Tradisi Pedang Pora

 Prajurit Kopassus dan Denjaka Ini Karirnya Melejit Setelah Pembebasan MV Sinar Kudus, Jadi Jenderal

Di Facebook, pelaku memakai foto palsu untuk mengelabui korbannya.

"Pelaku melalui facebook, mencari calon korban lalu invite minta konfirmasi oleh korban. Dan gambar pelaku dalam akun facebook bukan pelaku," ungkap Musa.

Halaman
1234
Editor: duanto
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved