Hoaks Surat Suara Tercoblos, Polisi Tetapkan 2 Tersangka, Ini Dia Sosoknya, Terancam Pidana

Polisi telah menetapkan dua tersangka kasus penyebaran informasi bohong, atau hoaks 7 kontainer surat suara yang telah tercoblos.

Hoaks Surat Suara Tercoblos, Polisi Tetapkan 2 Tersangka, Ini Dia Sosoknya, Terancam Pidana
Kompas.com/Fitria Chusna Farisa
Ilustrasi - Foto desain surat suara Pilpres 2019 yang diresmikan. 

Hoaks Surat Suara Tercoblos, Polisi Tetapkan 2 Tersangka, Ini Dia Sosoknya, Terancam Pidana

TRIBUNJAMBI.COM - Polisi telah menetapkan dua tersangka kasus penyebaran informasi bohong, atau hoaks 7 kontainer surat suara yang telah tercoblos.

Itu seperti yang disampaikan oleh Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Hubungan Masyarakat Polri, Kombes Pol Syahar Diantono.

Kedua tersangka berinisial HY dan LS ini diduga berperan sebagai yang memviralkan informasi itu.

“Jadi itu kan ada dua, LS dan HY, dalam proses pemeriksaan tadi malam sudah selesai dilakukan pemeriksaan dan sudah dipulangkan sudah tersangka, tapi tidak ditahan,” ujar Syahar Diantono di kawasan Jakarta Pusat, Sabtu (5/1/2019).

HY dan LS tak ditahan karena disangkakan dengan ancaman di bawah 5 tahun.

Baca: Kisah Kolonel Abunjani Sisihkan Uang untuk Sewa Pesawat Catalina (RI 05), Jembatan Yogyakarta-Jambi

Baca: Video Brigpol Dewi Tersebar, Begini Cara Pacaranya Dapat Video dan Mudah Perdaya Oknum Polwan

Baca: VIDEO: Harga BBM Non Subsidi Turun Mulai 5/1/2019, Ini Daftar Harga Terbaru

Baca: Berikut Daftar 3 Selingkuhan Brigpol Dewi yang Ternyata Bukan Orang Biasa, Ada yang Diluar Dugaan.

Keduanya disangkakan Pasal 15 Undang-Undang Nomor 1 tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana Barang.

Pasal 15, berbunyi, “Siapa menyiarkan kabar yang tidak pasti atau kabar yang berkelebihan atau yang tidak lengkap, sedangkan ia mengerti setidak-tidaknya patut dapat menduga, bahwa kabar demikian akan atau mudah dapat menerbitkan keonaran dikalangan rakyat, dihukum dengan hukuman penjara setinggi tingginya dua tahun”.

“Karena memang salah satu pasal itu ancaman hukumannya di bawah 5 tahun,” kata Syahar. Hoaks mengenai tujuh kontainer surat suara pemilu yang sudah tercoblos tersebar melalui sejumlah platform, seperti YouTube dan WhatsApp.

Hoaks itu berupa rekaman suara seorang lelaki yang menyatakan: "Ini sekarang ada 7 kontainer di Tanjung Priok sekarang lagi geger, mari sudah turun. Dibuka satu. Isinya kartu suara yang dicoblos nomor 1, dicoblos Jokowi. Itu kemungkinan dari Cina itu. Total katanya kalau 1 kontainer 10 juta, kalau ada 7 kontainer 70 juta suara dan dicoblos nomor 1. Tolong sampaikan ke akses, ke pak Darma kek atau ke pusat ini tak kirimkan nomor telepon orangku yang di sana untuk membimbing ke kontainer itu. Ya. Atau syukur ada akses ke Pak Djoko Santoso. Pasti marah kalau beliau ya langsung cek ke sana ya."

Sejumlah netizen juga turut mengunggah informasi ini dan mempertanyakan kebenarannya.

Baca: Cara Halus Napi Lapas Lampung Memikat Brigpol Dewi supaya Kirim Video Syur

Baca: Video Brigpol Dewi Berdurasi 11 Menit, Ternyata Direkam di Hotel Dalam Posisi

Baca: Halim Jadi Korban, Inilah Cara Agen Rahasia Israel Rekrut Orang Tanpa Disadari

Baca: Identitas 3 Orang Selingkuhan Brigpol Dewi, dari Perwira hingga Napi di Lapas Digasak

Pada Rabu (3/1/2019) malam, KPU bersama Bawaslu melakukan pengecekan ke Kantor Bea dan Cukai Tanjung Priok, Jakarta Utara. Dari pengecekan ini, KPU memastikan bahwa informasi tersebut hoaks. KPU juga telah melaporkan kasus ini kepada pihak kepolisian.

Editor: Leonardus Yoga Wijanarko
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved