Editorial

Menyayangkan Setopnya Kerja Sama BPJS Kesehatan

Tentu setopnya kerja sama BPJS Kesehatan dengan rumah sakit dan klini Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjut (FKRTL) itu terkait kepentingan masya

Editor: Deddy Rachmawan
tribunjambi/nurlailis
2019, RS ini belum bisa menerima pasien BPJS tahun. Ini dikarenakan persoalan tagihan yang belum diselesaikan BPJS 

Berakhirnya kerja sama Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan dengan tiga rumah sakit dan satu klinik mata di Kota Jambi mengejutkan banyak peserta BPJS Kesehatan. Utamanya mereka yang menjadikan rumah sakit dan klinik tersebut sebagai tempat berobat.

Tentu setopnya kerja sama BPJS Kesehatan dengan rumah sakit dan klini Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjut (FKRTL) itu terkait kepentingan masyarakat banyak.

Tiga rumah sakit itu adalah Rumah Sakit MMC Jambi, RS Royal Prima , RS Kambang dan Klinik Mata Kambang. Pemutusan kerja sama itu berlaku sejak 1 Januari 2019.

Timbang Pamekas Jati, Kepala Bidang Penjaminan Manfaat Rujukan (PMR) BPJS Kesehatan Cabang Jambi
Timbang Pamekas Jati, Kepala Bidang Penjaminan Manfaat Rujukan (PMR) BPJS Kesehatan Cabang Jambi (TRIBUNJAMBI/FITRI AMALIA)

Ini bukan hanya menarik keingintahuan masyarkat peserta BPJS Kesehatan. Bahkan Wali Kota Jambi, Syarif Fasha pun bersikap. Ia angkat bicara mengenai keputusan yang lebih dulu ramai di media sosial tersebut.
Fasha mengambil sikap atas keputusan PBJS ini.

Wali kota menyebut, tindakan BPJS dinilai sesuatu yang tidak baik. Padahal menurutnya, pemerintah pusat sedang getol-getolnya ingin memberikan pelayanan cepat dan murah untuk masyarakat.

BPJS kata Fasha, ditopang dana pemerintah pusat dan masyarakat. Terlebih menurut Fasha, asuransi kesehatan swasta yang lain saat ini sudah tidak berjalan lagi (mati suri).

Baca: Sidak Bupati Kerinci Ingatkan PNS yang Tak Disiplin, Ini Sanksi Jika Absensi Diisi Orang Lain

Baca: Tiga Gunung di Indonesia Statusnya Siaga Level III, Warga Diminta Hati-hati, Ini Rekomendasi PVMBG

Baca: VIDEO: Lomba Fashion Show di Aston Hotel Ajang Menumbuhkan Talent Baru

"Harusnya lebih manusiawilah, kalau ada kesalahan rumah sakit, jangan bunuh rumah sakitnya. Perbaiki sistemnya, atau ada oknum di manajemennya."

Begitu pernyataan Fasha yang ia sampaikan kemarin (3/1).

Fasha menyebutkan, 90 persen rumah sakit saat ini bergantung dengan BPJS. Selaku kepala daerah, dirinya sangat diuntungkan dengan banyaknya rumah sakit, karena masyarakat tidak mengeluh lagi dengan pelayanan kesehatan.

Ada pengamat yang menyebut, besaran iuran yang murah akan menjadi petaka bagi keuangan BPJS Kesehatan, ditambah lagi banyaknya warga yang menunggak iuran.

Namun fakta lain di lapangan, banyak pula pemegang kartu BPJS yang selalu bayar iuran, yang jarang menggunakan kartu BPJS untuk berobat.

Baca: Inilah Foto Jokowi-Maruf Amin yang Akan Dipasang di Surat Suara, Dominan Warna Putih

Baca: Walikota Jambi Sesalkan Pemutusan Kontrak oleh BPJS Kesehatan, Fasha: Harusnya Lebih Manusiawi

Baca: Ini Alasan BPJS Kesehatan Jambi Tak Lagi Kerjasama Dengan 3 Rumah Sakit dan 1 Klinik Mulai 1 Januari

Menurut pengamat kebijakan publik Universitas Indonesia, Agus Pambagio BPJS disuruh untuk menangani berbagai penyakit, sementara besar iuran pesertanya relatif kecil. Inilah yanag menurut Agus bisa menjadi petaka.

Seperti pernyataan Wali Kota Jambi, jika sistem yang salah, tidak seharusnya pihak BPJS membuat kebijakan yang tidak baik ini. (*)

Sumber: Tribun Jambi
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved