Keracunan Massal Warga Muara Tembesi Karena Gado-gado, Ternyata Ini Penyebabnya Menurut BPOM

Pasca kasus keracunan yang statusnya KLB yang terjadi di Kecamatan Muara Tembesi Kabupaten Batanghari, BPOM sebutkan penyebabnya

Keracunan Massal Warga Muara Tembesi Karena Gado-gado, Ternyata Ini Penyebabnya Menurut BPOM
Tribun Jambi/Abdullah Usman
Puluhan orang keracunan usai menyantap hidangan pengajian di Batanghari. 

Laporan Wartawan Tribun Jambi Abdullah Usman

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA BULIAN - Pasca kasus keracunan yang statusnya KLB yang terjadi di Kecamatan Muara Tembesi Kabupaten Batanghari, berdasarkan hasil pemeriksaan BPOM penyebabnya yakni adanya bakteri. 

"Ia berdasarkan hasil pemeriksaan BPOM yang dikeluar pada tanggal 3 Januari 2019 lalu, dari uji terhadap sampel makanan berupa gado-gado tersebut ditemukan sejumlah koloni mikroba jenis E.coli dan S.aureus yang menyebabkan keracunan," ujar Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Batanghari Dr. Elfie Yenni kepada tribunjambi.com

Dikatakannya pula, Kasus KLB keracunan pangan di Rambutan Masam yang terjadi dipenghujung tahun 2018 lalu tersebut memang disebabkan makanan yang telah terkontaminasi Eschericia coli dan Staphylococcus areus.

Yang terdapat pada makanan jenis gado-gado.

Dengan kejadian tersebut, masayarakat diminta lebih waspada dan memperhatikan lagi dalam melakukan pengolahan makanan.

Baca: Korban Keracunan Soto Saat Yasinan Bertambah jadi 50 Orang, Polisi Masih Menunggu Uji Labor

Baca: Pasien Keracunan Makanan Setelah Pengajian Bertambah Jadi 79 Orang, Dinkes Tetapkan Status KLB

Terutama terkait bahan, dan bahan baku yang higienis maupun peralatan memasak guna menghindari terjadinya hal serupa terjadi kembali.

" Masyarakat harus pandai dalam memilih bahan pangan. Pilihlah bahan yg masih segar dan tdk rusak. Bila berupa makanan kemasan, Cek KLIK ( kemasan, label, izin edar dan masa kedaluarsa)," Imbaunya

Dikatakannya pula, dari 72 pasien yang sempat mengalami keracunan pada kejadian KLB tersebut.

Hingga saat ini seluruh pasien telah kembali sembuh dan untuk kasus keracunan seperti ini biasanya tidak berdampak untuk jangka panjang bagi korban keracunan tersebut.

Baca: Penyebar Hoax 7 Kontainer Surat Suara Dicoblos Terancam Hukuman 10 Tahun, Ini Tanggapan Peneliti

Baca: Fakta Sebenarnya Video Viral Hujan Uang di Probolinggo, Bagi-bagi Duit Dari Atap Rumah

" Jadi untuk kasus ini tidak harus melalui penagann khusus, yang terpenting untuk menghindari terulangnya kejadian serupa dengan menjaga pola hidup bersih dan sehat," sebutnya.

Diberitakan sebelumnya, pada 14 Desember lalu puluhan warga diduga keracunan usai menyantap makanan diacara yasinan.  Puluhan ibu- ibu pengajian di desa Rambutan Masam kecamatan Muara Tembesi keracunan makanan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun tribunjambi.com, kejadian bermula saat puluhan ibu ibu pengajian tersebut baru saja menggelar pengajian dirumah warga setempat pada kamis malam. Namun saat pukul 4.00 puluhan ibu ibu rumah tangga tersebut mulai merasakan hal aneh, sehingga terpaksa dilarikan kepuskesmas dan rumah sakit.

Hal tersebut dibenarkan Camat Muara Tembesi Asri Yonalsah saat dihubungi melalui ponsel pribadinya, Jumat (14/12)  ya lebih kurang ada. 40 orang Ibu- ibu yang sedang yasinan mengalami keracunan makanan.

Baca: Video Detik-detik Bola Api Besar Melintas di Langit Jepang, Bumi Bergetar dan Terdengar Suara Keras

Baca: Minuman Cap Tikus Kadar Alkohol 45 Persen Kini Legal, Dijual di Bandara Sam Ratulangi Manado

Baca: TNI Gadungan, Viral Video Wanita di Jambi Mengaku Anggota Kowad, Sebut Bakal Menjadi Presiden

Penulis: Abdullah Usman
Editor: bandot
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved