Grup WhatsApp Politik Sabana Minang Dicurigai Polisi Terkait Hoaks Surat Suara Tercoblos, Tangkap LS

Grup WhatsApp "Politik Sabana Minang" dicurigai menjadi satu diantara penyebar hoaks surat suara tercoblos.

Grup WhatsApp Politik Sabana Minang Dicurigai Polisi Terkait Hoaks Surat Suara Tercoblos, Tangkap LS
KOMPAS.COM/Reza Jurnaliston
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Dedi Prasetyo saat ditemui di ruang Kerja Gedung Humas Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (11/12/2018). 

Grup WhatsApp 'Politik Sabana Minang' Dicurigai Polisi Terkait Hoaks Surat Suara Tercoblos, satu diantara anggota grup berinisial LS ditangkap Polisi 

TRIBUNJAMBI.COM - Grup WhatsApp "Politik Sabana Minang" dicurigai menjadi satu diantara penyebar hoaks surat suara tercoblos.

Hoaks tercoblosnya surat suara yang dimuat tujuh kontainer di Pelabuhan Tanjung Priok menggegerkan masyarakat.

Grup WhatsApp tersebut dicurigai pasalnya polisi mengamankan LS satu diantara anggota di grup WhatsApp tersebut. 

Motif dan latar belakang LS menyebarkan tulisan dan rekaman suara di grup tersebut saat ini tengah diselidiki oleh polisi.

Baca: Sejumlah Tokoh akan Dipanggil Bareskrim soal Hoaks Surat Suara, Pembelaan Untuk Andi Arief

Baca: Komentar Andi Arief yang Merasa Tak Bersalah Soal Hoaks Surat Suara Tercoblos, Ali Ngabalin Geram

Baca: VIDEO: TNI Gadungan, Viral Wanita di Jambi Mengaku Anggota Kowad, Sebut Bakal Menjadi Presiden

Melansir dari Kompas.com, Penyidik Bareskrim Polri sedang berupaya mengidentifikasi siapa yang memproduksi hoaks tujuh kontainer surat suara di media sosial.

Salah satunya dengan mendalami grup Whatsapp bernama "Politik Sabana Minang". 

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo menjelaskan, penyidik masih melakukan pendalaman terhadap grup WhatsApp tersebut setelah pihaknya menerima laporan dari Komisi Pemilihan Umum (KPU).

"Tim siber sedang mendalami yang membuat dan memviralkan voice (suara) serta narasi ke media sosial. Ini ada beberapa barang bukti, seperti print out grup WhatsApp atas nama Politik Sabana Minang," kata Dedi di Gedung Humas Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (4/1/2019).

Menurut Dedi, grup WA tersebut diduga menjadi tempat beredarnya tulisan dan rekaman suara seputar hoaks surat suara yang telah tercoblos dalam tujuh kontainer dari China di Tanjung Priok.

Tak hanya itu, kata Dedi, dalam waktu dekat penyidik juga akan memanggil saksi ahli.

Halaman
123
Editor: bandot
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved