Walikota Jambi Sesalkan Pemutusan Kontrak oleh BPJS Kesehatan, Fasha: Harusnya Lebih Manusiawi

“Harusnya lebih manusiawilah, kalau ada kesalahan rumah sakit, jangan bunuh rumah sakitnya. Perbaiki sistemnya, atau ada oknum di manajemennya,”

Penulis: Rohmayana | Editor: Deni Satria Budi
tribunjambi/rohmayana
Sy Fasha 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Rohmayana

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Mulai Januari 2019, BPJS Kesehatan Cabang Jambi, tidak memperpanjang kerjasama terhadap tiga rumah sakit dan satu klinik mata di Kota Jambi. Hal tersebut dinilai tidak baik oleh Walikota Jambi Syarif Fasha.

Walikota Jambi Sy Fasha mengatakan, BPJS tidak melakukan perpanjangan kerjasama terhadap tiga rumah sakit dan satu klinik mata, adalah sesuatu yang tidak baik. Sebab menurutnya, pemerintah pusat getol-getolnya ingin memberikan pelayanan cepat, murah dan untuk masyarakat.

Baca: Bacakan Pledoi Terdakwa M Madel, PH: Tidak Ada Surat Keputusan Bupati Tahun 2002

Baca: Viral Pernyataan Prabowo Selang Cuci Darah di RSCM Dipakai 40 Kali, Ternyata Harganya Segini Lho

Baca: Prajurit Kopassus dan Denjaka Ini Karirnya Melejit Setelah Pembebasan MV Sinar Kudus, Jadi Jenderal

BPJS kata Fasha, full ditopang dana pemerintah pusat dan masyarakat. Pegawainya juga digaji dengan besar. Makanya ada program BPJS. Asuransi kesehatan swasta yang lain saat ini sudah tidak berjalan lagi (mati suri).

“Harusnya lebih manusiawilah, kalau ada kesalahan rumah sakit, jangan bunuh rumah sakitnya. Perbaiki sistemnya, atau ada oknum di manajemennya,” bilang Fasha, Rabu (3/1/2019).

Fasha menyebutkan, 90 persen rumah sakit saat ini bergantung dengan BPJS. Selaku kepala daerah, dirinya sangat diuntungkan dengan banyaknya rumah sakit, karena masyarakat tidak mengeluh lagi dengan pelayanan kesehatan.

2019, RS ini belum bisa menerima pasien BPJS tahun. Ini dikarenakan persoalan tagihan yang belum diselesaikan BPJS
2019, RS ini belum bisa menerima pasien BPJS tahun. Ini dikarenakan persoalan tagihan yang belum diselesaikan BPJS (tribunjambi/nurlailis)

“Inikan untuk mendekatkan pelayanan kesehatan terhadap masyarakat,” tuturnya.

Lebih lanjut Fasha menyebutkan, dirinya meminta kepada BPJS, bisa meninjau kembali atas tidak memperpanjangnya kerjasama dengan rumah sakit.

“Kecuali kalau pihak rumah sakit yang tidak mau kerjasama, ya silahkan. Namun, kalau rumah sakit masih mengharapkan, harusnya masih ada kerjasama. Inikan program pemerintah pusat, ini uang kami-kami semua. Kami Pemkot mengaggarakan 24 ribu jiwa melalui APBD untuk BPJS,” ungkap Fasha.

BPJS sudah banyak dibantu oleh Pemerintah Kota Jambi, di PTSP dilekatakan BPJS, kecamatan juga da BPJS, semua perusahaan mengurus izin kami wajibkan memakai BPJS.

Baca: Tanah Milik Pemkab Merangin Jadi Kebun Sawit Warga, Bupati Minta OPD Mendata dan Tertibkan Aset

Baca: Pemkot Jambi Rencanakan Kurangi 500 Tenaga Kontrak Mulai Tahun Ini, Wali Kota Jambi Sebut Alasannya

Baca: Modus Sopir Truk Muatan Sawit Over Kapasitas Mengakali Portal yang Dibuat Pemkab Tanjabtim

“Jangan sampai penilaian saya jelek karena ini, Sehingga menjadi gesekan dengan pemerintah. Saya minta BPJS untuk bertindak bijak, jangan gampang-gampang untuk tidak memperpanjang kerjasama.” ungkap Fasha.

Fasha menyebutkan, pihaknya akan memanggil pihak BPJS untuk mempertanyakan hal tersebut.

“Kadis kesehatan kita lagi umroh, nanti setelah pulang, kita minta penjelasan. Termasuk pihak RS juga kita minta penjelasan,” tegasnya. (*)

Sumber: Tribun Jambi
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved