Ungkap Kasus Pelecehan Seksual Ayah-Anak di Sabak, Polres Tanjab Timur Lakukan Tes DNA

"Tengok lah badan aku sampai kurus kaya gini dulu dak kaya gini, ayah aku tu minta gitu terus, kalau tidak dilayani saya dipukulnya," kata RS.

Ungkap Kasus Pelecehan Seksual Ayah-Anak di Sabak, Polres Tanjab Timur Lakukan Tes DNA
Ilustasi 

Laporan Wartawan Tribun Jambi Zulkifli

TRIBUNJAMBI.COM, MUARASABAK - Polres Tanjung Jabung Timur Terus melakukan pengembangan kasus dugaan pelecehan seksual tergadap RS (23) warga Muarasabak Timur, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, yang diduga dilakukan oleh ayah kandungnya sendiri.

Kapolres Tanjung Jabung Timur, AKBP Agus Desri Sandi, saat dikonfirmasi Tribunjambi.com, belum lama ini mengatakan, penanganan kausus dugaan pelecehan suksual tersebut terus ditangani, dan kini pihak Polres Tanjabtim telah melakukan tes DNA terhadap anak korban.

"Kemarin tim kita yang berangkat ke Jakarta untuk melaksanakan tes DNA terhadap anak Korban. Dan Tes DNA ini kita menunggu hasilnya. Apabila Tes DNA itu sudah keluar dan ada hasil, kita bisa melihat apakah pelecehan itu dilakukan oleh orang tuanya atau orang lain," jelas Kapolres.

Kapolres menegaskan, pihaknya terus mendalami kasus dugaan pelecehan seksual itu. "Bukan tidak ada perkembangan, dan SP2HP sudah disampaikan kepada pihak korban maupun RT setempat," jelas Agus.

Sebelumnya, RS (23) mengaku sering mendapatkan perlakukan tidak senonoh oleh ayah kandungnya sendiri berinisial AR.

Dengan didampingi pihak Bidang Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Dinas Sosial Tanjabtim, pada Kamis 27 September 2018 lalu, RS dihadapan penyidik Mapolres Tanjabtim menceritakan jika dirinya sering dipaksa sang ayahnya untuk melampiaskan nafsu bejatnya. Dan mirisnya, perlakukan itu dialami RS tidak hanya sekali namun berulang kali hingga melahirkan seorang anak.

Dalam laporanya, ia mengaku mendapatkan perlakuan tak senonoh dari ayah kandung sejak tahun 2015 silam, setelah ibu kandungnya meninggal dunia.

Selain itu, dirinya juga mengaku kerap mendapatkan perlakuan kasar dan kerap diancam akan dibunuh, jika ia tidak melayani nafsu bejat sang ayah.

"Tengok lah badan aku sampai kurus kaya gini dulu dak kaya gini, ayah aku tu minta gitu terus, kalau tidak dilayani saya dipukulnya sampai balu-balu. Tapi sekarang saya tak mau lagi, karena saya tau itu dak boleh," katanya.

Baca: Sakit Hati Tak Boleh Jualan Es Doger, Parwono Nekat Mengaku Titisan Nabi Muhammad

Baca: Bantu Ekonomi Pedagang, Pemkab Kerinci Bangun 12 Pasar Tradisional

Baca: Ahok Ucapkan Selamat Tahun Baru 2019 Dari Penjara, Netizen: Cant wait to see ur Epic Comeback Sir

Baca: Terendam Banjir, Puluhan Hektare Padi di Tanjab Timur Gagal Panen Akibat Puso

Baca: Terungkap Alasan Purwono Mengaku Sebagai Titisan Nabi Muhammad, Perilaku Aneh Setelah Telepon

Halaman
12
Penulis: Zulkifli
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved