Tegur Acara yang Dibawakan Roy Kiyoshi, Adegan Ini yang Dipermasalahkan KPI, Disebut Pelanggaran

Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) kembali memberikan teguran kepada program siaran 'Menembus Mata Bathin' yang tayang di ANTV.

Tegur Acara yang Dibawakan Roy Kiyoshi, Adegan Ini yang Dipermasalahkan KPI, Disebut Pelanggaran
Roy Kiyoshi 

Tegur Acara yang Dibawakan Roy Kiyoshi, Adegan Ini yang Dipermasalahkan KPI dari 'Menembus Mata Bathin'

TRIBUNJAMBI.COM - Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) kembali memberikan teguran kepada program siaran 'Menembus Mata Bathin' yang tayang di ANTV.

Program yang dipantu paranormal Roy Kiyoshi itu dinilai melanggar Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SPS) KPI tahun 2012.

Seeperti dilansir Tribunstyle.com dari situs resmi KPI, Minggu (1/1/2019), Yuliandre Darwis, Ketua KPI Pusat mengatakan saksi yang diberikan kepada Menembus Mata Bathin berawal dari aduan masyarakat.

Hasil pemantauan dan analisis, KPI menemukan pelanggaran pada program tersebut.

Pelaggaran yang dimaksud yakni adanya adegan seorang pria dan wanita memakan anak tikus hidup-hidup.

Sebelum dimakan, tikus itu dicelupkan ke dalam bisa ular.

Adegan berlangsung untuk membuktikan dampak mistis yang timbul pada dua orang berbeda.

Pelanggaran itu masuk katagori sebagai pelanggaran muatan mistik, horor, dan supranatural menampilkan orang sakti makan sesuatu yang tak lazim.

Adapun pasal yang dilanggar yakni Pasal 20 P3 dan Pasal 30 Ayat (1) huruf e SPS.

"Berdasarkan pelanggaran itu, kami memberikan sanksi administratif teguran tertulis kedua," tegas Hardly Stefano, Koordinator bidang Isi Siaran KPI Pusat.

Sebelumnya Menembus Mata Bathin telah mendapatkan sanksi administratif teguran tertulis nomor 520/K/KPI/31.2/10/2018 tanggal 4 Oktober 2018.

"Kami meminta ANTV menjadikan P3 dan SPS KPI tahun 2012 sebagai acuan utama dalam penayangan sebuah program siaran."

"Kami harap teguran kedua ini segera direspon dengan perbaikan secara internal agar tidak terulang lagi pelanggaran yang sama," tandas Hardly.

(Tribunstyle.com/Verlandy Donny Fermansah)

Editor: Leonardus Yoga Wijanarko
Sumber: TribunStyle.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved