Permintaan Negara Importir Naik, Harga Minyak Kelapa Sawit Mentah Kembali Melonjak Dipasaran

Penguatan harga komoditas agrikultur unggulan Indonesia dan Malaysia ini mencapai kenaikan setelah

Permintaan Negara Importir Naik, Harga Minyak Kelapa Sawit Mentah Kembali Melonjak Dipasaran
Kontan
20140610_sawit_cpo 

Angin Segar Bagi Petani

Petani sawit di Kalbar mengeluhkan harga TBS kelapa sawit yang rendah.

Pulau Kalimantan merupakan daerah penghasil sawit terbesar setelah pulau Sumatra.

Kini sebagian masyarakat di Kalbar bergantung ekonomi dari kelapa sawit.

Turunnya harga TBS kelapa sawit saat ini dikeluhkan petani sawit asal Desa Jelai Hulu Kecamatan Kendawangan Kabupaten Ketapang, Ropinus mengakui kondisi anjloknya harga sawit membuat kemampuan ekonomi melemah.

Kondisi ini tentunya tidak dialami oleh dirinya saja, namun juga para petani lainnya.

Baca: Meski Angka Kriminalitas Menurun, Namun Soal Pengeroyokan jadi Kasus Dominan di Kerinci

Baca: Diberi Rp 2 Juta Oleh Pelaku Pencabulan Anak di Bawah Umur, Orangtua Korban Minta Pelaku Dihukum

Baca: Dokter Kandungan Hamili Pasien yang Lakukan program Bayi Tabung Hingga Digugat, Sudah Lusinan Wanita

Baca: Terjawab, Ternyata Begini Alasan Adik Olga Syahputra Menjadi Tukang Parkir, Bukan karena Uang

"Kondisi harga jatuh ini membuat ekonomi masyarakat terpuruk. Kalau harga bisa kembali normal, geliat ekonomi masyarakat tentu akan meningkat," ungkapnya kepada Tribun Pontianak, Minggu (30/12/2018).
Ropinus berharap harga Tandan Buah Segar (TBS) sawit dapat kembali pulih dan naik ke kisaran Rp 1.300. Sebab, saat ini harganya berada jauh di bawah angka itu.

"Kemarin itu paling tinggi Rp 1.300," katanya.
Kabar baik datang dari pasar minyak kelapa sawit mentah (CPO).(*)

Editor: hendri dede
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved