Meski Angka Kriminalitas Menurun, Namun Soal Pengeroyokan jadi Kasus Dominan di Kerinci

“Ya, di Kerinci kasus pengeroyokan memang selalu dominan,” kata Kapolres Kerinci, AKBP Dwi Mulyanto pada rilis akhir tahun, Senin (31/12).

Meski Angka Kriminalitas Menurun, Namun Soal Pengeroyokan jadi Kasus Dominan di Kerinci
tribunjambi/heru
Pres rilies akhir tahun dari Kapolres Kerinci 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Herupitra

TRIBUNJAMBI.COM, KERINCI – Dibandingkan tahun 2017, angka kriminalitas yang terjadi di Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh selama 2018 turun drastis. Jika 2017 terjadi 210 kasus kriminalitas pada 2018 turun menjadi 157 kasus.

Namun berdasarkan data Polres Kerinci, selama 2017 dan 2018, kasus pengeroyokan selalu menjadi yang tertinggi atau terbanyak dibanding kasus kriminal lainnya. Pada 2017 terjadi 40 kasus pengeroyokan dan pada 2018 terjadi 28 kasus pengeroyokan.

“Ya, di Kerinci kasus pengeroyokan memang selalu dominan,” kata Kapolres Kerinci, AKBP Dwi Mulyanto pada rilis akhir tahun, Senin (31/12/2018).

Baca: Masalah Anggaran, Kepala OPD Akui Adanya Pengurangan Tenaga Honorer

Baca: Diberi Rp 2 Juta Oleh Pelaku Pencabulan Anak di Bawah Umur, Orangtua Korban Minta Pelaku Dihukum

Baca: Kebun Ganja Ini Disebut Terbesar di Dunia, Senilai Rp 19 Milliar Lokasinya Sulit Diketahui

Perbandingannya dengan kasus lain pada 2017, curat 7 kasus, curat 9, curanmor 27 kasus, pencurian 11 kasus, judi 4 kasus, penganiayaan 39 kasus, kekerasan terhadap anak 10 kasus, KDRT 8 kasus dan pengeroyokan 40 kasus.

Sementara pada 2018 pengeroyokan juga masih tertinggi yakni 28 kasus. Sedangkan kasus lain curat 6 kasus, curas 6, curanmor 16 kasus, pencurian 16 kasus, judi 2 kasus, penganiayaan 26 kasus, kekerasan terhadap anak 9 kasus, KDRT 1 kasus.(*)

Penulis: heru
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved