Kisah Presiden Soekarno Minta Makan: Pelayan Istana Merdeka: Tak Ada Roti, Nasi? Tak Ada Nasi

Pada suatu pagi di Istana Merdeka, Soekarno minta sarapan roti bakar seperti biasanya.

Kisah Presiden Soekarno Minta Makan: Pelayan Istana Merdeka: Tak Ada Roti, Nasi? Tak Ada Nasi
kolase grid
Presiden Soekarno 

Kisah Presiden Soekarno Minta Makan: Pelayan Istana Merdeka: Tak Ada Roti, Nasi? Tak Ada Nasi

TRIBUNJAMBI.COM - Ini sebuah kisah tragis mantan Presiden Soekarno di masa akhir kepemimpinannya.

Kisah ini dicuplik dari buku berjudul "Maulwi Saelan, Penjaga Terakhir Soekarno" terbitan Penerbit Buku Kompas 2014 dan ditulis oleh Asvi Warman Adam, Bonnie Triyana, Hendri F. Isnaeni, M.F. Mukti.

http://asset-a.grid.id/crop/0x0:0x0/700x0/photo/2018/08/15/4157964076.jpg
Foto karya Frans Mendur yang mengabadikan Presiden Soekarno membacakan naskah proklamasi di Jalan Pe

Pada suatu pagi di Istana Merdeka, Soekarno minta sarapan roti bakar seperti biasanya.

Langsung dijawab oleh pelayan, “Tidak ada roti.” Soekarno menyahut, “Kalau tidak ada roti, saya minta pisang."

Baca: 7 Manfaat Kunyit Untuk Penyembuh Penyakit, Dipercaya Lebih Ampuh dari Obat Konvensional

Baca: UPDATE Korban Longsor Sukabumi, 9 Orang Tewas, 34 Orang Hilang, Tim SAR Kesulitan Cari Korban

Baca: Masih Banyak Jalan Rusak, Bina Marga Dinas PUPR Batanghari, Klaim Realisasi Proyek 100 Persen

Baca: Artis Inisial NS dan RA Bakal Pisah, Mengapa Mbah Mijan Sebut Inisial dalam Ramalan 2019?

Baca: Digosipkan Kai EXO Kencani Jennie BLACKPINK, Ini Respon YG Entertainment

Dijawab, “Itu pun tidak ada.” Karena lapar, Soekarno meminta, “Nasi dengan kecap saja saya mau.”

http://asset-a.grid.id/crop/0x0:0x0/700x0/photo/2018/07/04/1838632363.jpg
Presiden Soekarno dan Soeharo
http://asset-a.grid.id/crop/0x0:0x0/700x0/photo/2018/09/22/1485929324.jpg

Bung Karno
http://asset-a.grid.id/crop/0x0:0x0/700x0/photo/2018/09/22/3239710802.jpg
Bung Karno

Lagi-lagi pelayan menjawab, “Nasinya tidak ada.” Akhirnya, Soekarno berangkat ke Bogor untuk mendapatkan sarapan di sana.

Maulwi Saelan, mantan ajudan dan kepala protokol pengamanan presiden juga menceritakan penjelasan Soekarno bahwa dia tidak ingin melawan kesewenang-wenangan terhadap dirinya.

“Biarlah aku yang hancur asal bangsaku tetap bersatu,” kata Bung Karno.

Di saat lain, setelah menjemput dan mengantar Mayjen Soeharto berbicara empat mata dengan Presiden Soekarno di Istana.

Halaman
12
Editor: nani
Sumber: GridHot.id
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved