2019, Pembatasan Penggunaan Kantong Plastik di Kota Jambi Dimulai

Berdasarkan kesepakatan bersama ritel dan pusat perbelanjaan jika mereka melanggar maka sanksi yang akan diberikan adalah cabut izin usaha.

2019, Pembatasan Penggunaan Kantong Plastik di Kota Jambi Dimulai
tribunjambi/nurlailis
Pemberian selebaran pemberitahuan saat kampanye pembatasan penggunaan kantong plastik 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Nurlailis

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Pemerintah Kota Jambi, mengeluarkan peraturan yaitu pembatasan penggunaan kantong plastik di pusat perbelanjaan. Hal ini berdasarkan peraturan Wali Kota Jambi Nomor 61 tahun 2018 tentang pembatasan penggunaan kantong plastik berlaku mulai 1 Januari 2019.

Wali Kota Jambi, Syarif Fasha menyampaikan, Pemkot Jambi bukan meniadakan plastik, namun mengurangi penggunaan plastik di pusat perbelanjaan dan ritel.

Baca: Jadwal Lengkap Liga Italia Pekan ke 20, Simak Juga Klasemen Sementara Serie A

Baca: Tingginya Pengangguran Lulusan SMK di Jambi, Perlukah Jurusan SMK Dievaluasi?

Baca: Jadwal & Live Streaming TVOne Ustadz Abdul Somad di Indonesia Bertasbih di Malam Tahun Baru 2019

Pemberian selebaran pemberitahuan pembatasan penggunaan kantong plastik oleh Pemkot Jambi
Pemberian selebaran pemberitahuan pembatasan penggunaan kantong plastik oleh Pemkot Jambi (tribunjambi/nurlailis)

“Untuk saat ini baru kantong plastik karena kita pelan-pelan. Ke depannya akan mengurangi sedotan plastik. Kalau masyarakat tidak memiliki kantong berbahan kain misalnya yang ada hanya kantong plastik di rumah, ya silahkan bawa untuk belanja. Tetapi, kami instruksikan kepada ritel dan pusat perbelanjaan tidak menyediakan kantong plastik,” jelasnya.

Ia menyampaikan upaya ini sudah dilakukan sejak satu tahun lalu. Kalau ada pihak yang mengatakan ini mendadak mungkin yang bersangkutan tidak membaca berita.

Baca: VIDEO: Letusan Dahsyat Gunung Anak Krakatau Dua Bulan Sebelum Tsunami Selat Sunda

Baca: Tesangkut Kasus Pidana Korupsi, 14 PNS Sarolangun Dipecat

Mengenai warung kecil ia mengatakan masih diberikan kelonggaran.
“Kami lakukan pelan-pelan ke supermarket dulu. Kami akan lihat tiga bulan kedepan kalau sudah konsisten maka akan ke restoran untuk tidak menggunakan sedotan plastik lagi. Setelahnya baru warung kecil. Karena mengedukasi masyarakat ini lebih sulit dari membuat aturannya. Jadi pelan-pelan kita hilangkan kebudayaanya,” jelasnya.

Berdasarkan kesepakatan bersama ritel dan pusat perbelanjaan jika mereka melanggar maka sanksi yang akan diberikan adalah cabut izin usaha.

Baca: Video Panas Mirip Marion Jola dan Aura Kasih, 5 Skandal Seleb yang Menghebohkan Sepanjang Tahun 2018

Baca: Patroli TNI AL Temukan Korban Tsunami Banten Terdampar 9 Hari, Bertahan Hidup Apa Saja Dimakan

“Kami juga saat ini menghimbau peran serta perusahaan BUMN untuk mengeluarkan produk kantong kain atau kertas. Akan ada perusahaan yang turut berkontribusi untuk hal ini,” ungkapnya. (*)

Penulis: Nurlailis
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved