Awalnya Santai Suara Ifan Seventeen Mulai Meninggi Ketika Membahas Soal BMKG

Mulanya ia tampak santai mengatakan soal bencana tsunami yang terjadi, namun BMKG menyebutnya sebagai ombak tinggi.

Editor: Nani Rachmaini
[removed]TWITTER/@DediMulyadi71
Update Berita Tsunami di Selat Sunda, 168 Orang MD Termasuk Herman, Gitaris Seventeen 

Ifan Seventeen Luapkan Emosi ke BMKG, Soal Gelombang Pasang dan Pemberitahuan Setelah Bencana

TRIBUNJAMBI.COM - Korban tsunami Selat Sunda yang selamat, Ifan Seventeen meminta Tv One untuk memberikan dukungan pada dirinya.

Dukungan yang dimaksud Ifan adalah untuk menyuarakan apa yang selama ini menjadi pertanyaan dirinya pasca tsunami Banten menerjang pada Sabtu (28/12/2018).

Hal ini diungkapkan Ifan saat menjadi narasumber secara teleconference di acara Kabar Petang, TV One, Jumat (28/12/2018).

Mulanya ia tampak santai mengatakan soal bencana tsunami yang terjadi, namun BMKG menyebutnya sebagai ombak tinggi.

"Sebenarnya ada yang masih penasaran di aku, ini terkait masalah BMKG," ujarnya.

Baca: Suami Sakit Hati Istrinya Selingkuh dengan Ayah Saya Sendiri, Aksinya Berakhir Tragis

Baca: Ini 12 Fakta Pembakaran Alquran, Mulai dari Pelaku Mengaku Muslim, Baru Dua Bulan di Indonesia

Baca: Foto Maruf Amin Diedit Berpakaian Sinterklas, Pelaku Minta Maaf, Isi Surat: Reflek Untuk Menjatuhkan

"Jadi aku ingat setelah kejadian Ade Jigo ngirim video upload kalau itu tsunami, kembaranku juga instastory kalau itu tsunami soalnya hp nya selamat, ini berarti bencana tsunaminya jelas terjadi."

 Vokalis Seventeen ini lalu melontarkan protes pada BMKG yang menganggap itu hanya ombak pasang.

"Tapi kenapa BMKG mengeluarkan pemberitahuan kalau itu hanya ombak pasang," protes Ifan.

Ia pun meminta TV One, karena menganggap TV One merupakan media yang selalu mendukung kegiatan yang ia lakukan.

"Ya maksudnya ini hal-hal yang harus aku sampaikan ke publik, karena beberapa kali aku mencoba menyampaikan kebenaran soal tenaga kerja asing sampai persekusi ulama alhamdulillah Tv One selalu mendukungku."

"Kali ini aku mau ngomong buat apa ada BMKG kalau pemberitahuan setelah bencana saja salah, buat apa," ujarnya sambil meluapkan emosi.

Tak hanya di situ, Ifan terlihat kembali meluapkan emosi saat mengkritisi BMKG.

Baca: Promo KFC Terbaru, Tinggal Beberapa Hari Lagi: Dua Fish Fillet & Dua Pepsi Rp 20 Ribu

Ia menganggap BMKG tidak lagi berguna di saat memberikan informasi pasca terjadinya bencana.

"Aku nggak mencari kambing hitam atas kesedihanku, aku cukup dewasa, aku nggak mencoba menyalahkan atas musibah yang bencana,"

"Maksudku gini loh, BMKG itu badan yang dibangun untuk memperingatkan masyarakat terhadap tanda-tanda adanya bencana, kan begitu?"

"Kalau informasinya dikeluarkan setelah adanya bencana ini kan berarti useless," katanya.

'Tapi kalau informasinya dikeluarkan setelah bencana ternyata salah aku juga nggak ngerti lagi."

"Maksudku gini apa yang kusampaikan ini seenggak-enggaknya mungkin berguna, karena aku nggak pengen saudara-saudaraku merasakan apa yang aku rasain sekarang," tambahnya.

Lalu, ia menambahkan bahwa seharusnya sebagai badan yang berfungsi memberikan peringatan akan bencana alam, seharusnya BMKG juga berperan aktif.

"Seventeen itu manggung acara BUMN, which is itu badan milik negara, masak PLN yang ngundang sendiri aja itu nggak dapat peringatan apapun itu," katanya.

"Jadi yang dia bilang ada peringatan bla bla bla apapun itu kalau aku sih bullshit (omong kosong)," tambahnya.

Ifan Seventeen ungkap sosok yang menyelamatkan dirinya saat dan setelah tsunami, yakni kotak hitam dan sosok Mas Epi serta Bang Yusron. (Instagram/@ifanseventeen)

Sementara dilansir dari Tribunnews, pernyataan ombak besar tersebut memang pernah dikemukakan oleh BMKG.

Pada Sabtu (22/12/2018) sekira pukul 23.00 WIB, wilayah Pantai Carita dikabarkan dihantam ombak besar yang mengakibatkan tembok roboh.

Atas kejadian tersebut, warga panik dan melarikan diri.

Namun, BMKG memastikan bahwa fenomena tersebut merupakan gelombang pasang biasa dan bukan tsunami.

Dalam akun twitternya, BMKG menginformasikan bila pihaknya tidak mencatat adanya gempa yang menyebabkan tsunami malam ini.

"BMKG tidak mencatat adanya gempa yang menyebabkan tsunami malam ini."

"Yang terjadi di Anyer dan sekitarnya bukan tsunami, melainkan gelombang air laut pasang," tulis dalam twitter BMKG, Sabtu (22/12/2018).

Sisa-sisa alat musik Band Seventeen yang diterjang tsunami di kawasan Tanjung Lesung, Banten, Jawa Barat, Minggu (23/12/2018).

Tsunami diselat Sunda yang terjadi pada sabtu 22 Desember 2018 hingga kini tercatat sebanyak 168 orang meninggal dunia dan korban luka-luka mencapai 745 orang serta yang masih dalam pencarian sebanyak 30 orang. (Tribunnews/Jeprima)

Gelombang air laut pasang tersebut seiring dengan terjadinya bulan purnama pada malam ini.

"Terlebih malam ini ada fenomena bulan purnama yang menyebabkan air laut pasang tinggi," tambah BMKG dalam akun twitternya saat itu.

Update Jumlah Korban Tsunami

Diberitakan Tribunnews.com, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho membagikan laporan perkembangan penaganan tsunami di Selat Sunda per Jumat (28/12/2018) pukul 13.30 WIB.

Dilaporkan sebelumnya (26/12/2018) korban meninggal dunia sebanyak 429 jiwa, laporan terbaru mencatat korban meninggal dunia menjadi 426 jiwa.

Jumlah korban berkurang karena sebelumnya terjadi pencatatan ganda jumlah korban di Kabupaten Pandeglang dan Serang.

Secara rinci dijelaskan, hingga Jumat (28/12/2018) pukul 13.30 WIB, terdapat 426 korban meninggal dunia.

Sementara itu, sebanyak 7.202 korban menderita luka-luka.

Baca: Ini 12 Fakta Pembakaran Alquran, Mulai dari Pelaku Mengaku Muslim, Baru Dua Bulan di Indonesia

Sebanyak 40.386 orang yang dikabarkan mengungsi, dan 23 orang masih dikabarkan hilang.

Untuk kerusakan, dilaporkan sebanyak 1.296 unit rumah rusak, 78 penginapan/warung rusak, 1 dermaga dan 1 shelter juga dikabarkan rusak.

Sementara itu, terdapat 434 perahu dan kapal rusak, 69 kendaraan roda 4 rusak, serta 38 kendaraan roda 2 rusak.

(*)

Baca: Suami Sakit Hati Istrinya Selingkuh dengan Ayah Saya Sendiri, Aksinya Berakhir Tragis

Baca: Ini 12 Fakta Pembakaran Alquran, Mulai dari Pelaku Mengaku Muslim, Baru Dua Bulan di Indonesia

Baca: Foto Maruf Amin Diedit Berpakaian Sinterklas, Pelaku Minta Maaf, Isi Surat: Reflek Untuk Menjatuhkan

Baca: Ricuh di Pesawat Garuda Jakarta-Hong Kong, Pilot Datang Gara-gara Penumpang Mabuk Ngamuk

TONTON VIDEO TERBARU KAMI: ERUPSI GUNUNG ANAK KRAKATAU TERUS BERLANJUT

IKUTI INSTAGRAM KAMI:

BERITA SUDAH DIMUAT DI TRIBUNWOW DENGAN JUDUL LUAPKAN EMOSI...

(TribunWow.com/Tiffany Marantika)

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved