Editorial

Pembatasan Kantong Plastik di Kota Jambi

Namun sayangnya, dipolitisir sebagai upaya pemerintah mendapat pemasukan sebesar-besarnya dan mempersulit masyarakat.

Pembatasan  Kantong Plastik di Kota Jambi
tribunjambi/wahyu herliyanto
Minggu (8/7/2018) tumpukan sampah yang terlihat di jalan lintas Sumatera tepatnya di Desa Bernai tidak jauh dari SPBU Bernai dan pusat kota Sarolangun. 

KOMPLEKSITAS persoalan menyangkut kantong plastik di Indonesia sudah disadari pemerintah, pemerhati lingkungan hingga warga itu sendiri.

Satu persatu persoalan sudah mencuat, mulai dari sedimentasi, penyebab banjir hingga mengganggu habitat makhluk hidup di darat maupun perairan.

Beberapa ide untuk mengatasi persoalan ini sudah diapungkan, namun dalam realisasi terkadang mentah lagi akibat kurangnya kesiapan produsen maupun konsumen. Ada juga yang mengaitkan dengan perekonomian hingga politis.

Salah satu ide yang pernah direncanakan pemerintah adalah pemberlakuan cukai untuk produk plastik. Namun, hingga saat ini belum direalisasikan. Ide lainnya dengan pelarangan penggunaan kantong plastik di pusat-pusat perbelanjaan.

Beberapa ritel sudah menerapkan penggunaan plastik yang ramah lingkungan. Tentunya ide ini dapat ditindaklanjuti ritel/pusat perbelanjaan lain, termasuk produsen kantong plastik.

Pemberlakuan cukai pada produksi plastik sebenarnya langkah yang cukup efektif untuk meminimalisir penggunaan kantong plastik. Namun sayangnya, dipolitisir sebagai upaya pemerintah mendapat pemasukan sebesar-besarnya dan mempersulit masyarakat.

Padahal, dengan minimnya penggunaan plastik, cukai yang diharapkan dari kantong plastik juga akan minim. Tentu kita berharap ini dapat direalisir, tidak menunggu persoalan menyangkut kantong plastik terus menggunung.

Pembatasan penggunaan kantong plastik yang akan diterapkan di Kota Jambi mulai 1 Januari mendatang, merupakan tindaklanjut sebagai kebijakan otonomi di daerah. Pemkot Jambi membaut terobosan. Hal yang juga dilakukan oleh sejumlah kota/provinsi lain.

Baca: Pemkot Jambi Bikin Terobosan, Bikin Kebijakan Minimarket Tak Lagi Sediakan Kantong Plastik

Baca: Demi Jaga Lingkungan, Warga Kota Jambi Dukung Stop Penggunaan Kantong Plastik

Konsumen diharapkan mulai membawa kantong belanja sendiri. Baik ke ritel/supermarket hingga ke pasar-pasar tradisional hingga warung-warung ke depannya.

Namun, dari semua upaya mengatasi persoalan kantong plastik adalah kesadaran masyarakat sendiri dalam membuang sampah. Banyaknya temuan sampah plastik, baik di lapisan tanah, sedimentasi hingga perairan adalah cermin ketidakdisiplinan pengguna kantong plastik.
Jika kesadaran ini sudah ada dari awal, tentu kompleksitas persoalan kantong plastik tidak akan memasuki tahapan berbahaya saat ini.(*)

Editor: deddy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved