Belasan Korban Kecelakaan Bus Family Raya Harus Antre di IGD, Satu Bayi Meninggal

Saat kecelakaan bus Family Raya, belasan orang masuk ke ruang IGD, namun karena daya tampung tak memadai.

Belasan Korban Kecelakaan Bus Family Raya Harus Antre di IGD, Satu Bayi Meninggal
tribunjambi/heri
Bus Family Raya yang mengalami kecelakaan di Jalan Lintas Bungo-Tebo, diamankan di kantor polisi 

Laporan Wartawan Tribun Jambi Heri Prihartono

TRIBUN JAMBI.COM, TRIBUN - Pihak RS.Sultan Thaha, Tebo hanya memiliki 6 tempat tidur di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD). Hal ini membuat pasien yang masuk ke ruang tersebut harus antre untuk mendapatkan perawatan.

Saat kecelakaan bus Family Raya, belasan orang masuk ke ruang IGD, namun karena daya tampung tak memadai akhirnya diprioritaskan yang mengalami kondisi luka parah.

"Enggak semua langsung ditangani karena memang saat itu kapasitas tempat tidur kita hanya 6 unit sehingga diprioritaskan yang parah diutamakan," kata Direktur Rumah Sakit Sultan Thaha dr.Oktavieni.

Baca: Sempat Shock, Ani Pilih Lanjutkan Perjalanan, Korban Laka di RSUD Tebo, Ditanggung Family Raya

Baca: Azwar Anas Korban Tergulingnya Bus Family Raya di Jalan Bungo-Tebo Harus Diamputasi

Baca: Kronologi Kecelakaan Tergulingnya Bus Family Raya di Jalan Lintas Tebo-Bungo, Satu Balita Meninggal

Baca: Seorang Balita Meninggal, Bus Family Raya Jurusan Padang-Jambi Terguling di Jalan Lintas Bungo-Tebo

Dijelaskannya jika pasien masuk ke rumah sakit pukul 03.30 dan sebagian baru dilayani pukul 05.30.

"Yang lain menunggu terlebih dahulu terutama yang lukanya ringan seperti lecet," jelasnya.

Satu di antara pasien yang didahulukan adalah bayi berusia 1 tahun yang meninggal dunia di rumah sakit.

"Sebelumnya masih bernafas namun kondisinya sudah buruk, dan ada luka menganga di perutnya yang mengakibatkan ia tak tertolong," katanya.

Selanjutnya orang tua bayi tersebut juga mendapat prioritas karena dalam kondisi luka yang cukup parah.

Baca: Harga Sawit Terus Turun, Sekda Muarojambi Rencanakan Ganti dengan Kopi

Baca: Ditinggal Temannya Kabur, Sopir Diciduk Polisi Gara-gara Sabu

Baca: 5.000 Warga Kota Jambi Belum Rekam e-KTP, Dukcapil Kota Jambi Minta Lurah dan RT Aktif

Baca: Belum Sempat Cicipi, Dua Pemuda Tanjab Timur Ditangkap Polisi Duluan

Saat ini karena kondisinya tak memungkinkan di rawat di Tebo, mereka dirujuk ke rumah sakit di Padang.

Sementara itu secara umum pasien yang kondisinya masih stabil dirawat di Tebo, sedangkan yang parah dirujuk ke Bungo dan Padang.

"Sudah mulai stabil kondisi pasien yang dirawat di Tebo," jelasnya.

Penulis: heri prihartono
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved