Biaya Penanganan Konflik di Kerinci Habiskan Rp 9 Miliar

Akibat konflik tersebut, puluhan rumah, mobil, sepeda motor, harta benda, hingga nyawa ikut jadi korban.

Biaya Penanganan Konflik di Kerinci Habiskan Rp 9 Miliar
Tribun Jambi/Heru
Warga Pendung Talang Genting dengan Desa Selaman bentrok di Kerinci, Senin (30/7). 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Herupitra

TRIBUNJAMBI.COM, KERINCI – Tingginya konfilik antar masyarakat yang terjadi di Kabupaten Kerinci, menimbulkan kerugian yang cukup besar, baik secara moril maupun materil.

Akibat konflik tersebut, puluhan rumah, mobil, sepeda motor, harta benda, hingga nyawa ikut jadi korban.

Selama 2018, Pemkab Kerinci harus menggelontorkan dana yang cukup besar, totalnya mencapai Rp 9 miliar. Dana itu hanya untuk penanganan konflik yang terjadi di tengah masyarakat.

Baca: Endorse Kosmetik Ilegal Sampai 15 Juta per Minggu, Nella Kharisma Blak-blakan Ungkap Gak Segitu

Baca: Begini Akhirnya Kondisi Bocah 4 Tahun Korban Keracunan Makanan di Kuala Tungkal

Baca: 26 Ribuan Warga Tanjab Timur Hidup Miskin, Susenas BPS Klaim Angka Kemiskinan Turun

Baca: Jauh Sebelum Ada OTT, Zumi Zola Sempat Terkejut Menerima Telepon KPK Saat Masih Jadi Gubernur Jambi

Hal itu disampaikan oleh Bupati Kerinci, Adi Rozal saat mengelar pertemuan dengan sejumlah awak media di  Kerinci, Kamis (20/12). Ia mengatakan, krakter masyarakat Kerinci perlu dibenahi.

“Biaya untuk menyelesaikan konflik yang terjadi hampir Rp 9 miliar. Ini perlu kita benahi seperti perkelahian antar pelajar,” sebutnya.

Dia beraharap kepada para camat, kades, kaum adat, dan semua pihak untuk terlibat menjaga keamanan.

“Jangan ribut sedikit main bakar-bakaran,” tambah Adirozal.

Pada kesempatan itu, bupati juga mengucapkan terima kasih atas pengamanan konflik selama ini, kemudian pengamanan Pilbup 2018. Dimana pilbup yang sebelumnya dinilai rawan ternyata aman dan kondusif.

“Semoga Pileg dan Pilpres juga berjalan aman dan lancar. Untuk itu harus ada kerjasama dengan semua pihak,” harapnya.

Baca: Korban Keracunan Soto Saat Yasinan Bertambah jadi 50 Orang, Polisi Masih Menunggu Uji Labor

Baca: Pamit Mandi Nenek Minah Hilang, di Pinggir Sungai Warga Hanya Temukan Sabun Mandi

Baca: Kematian Chairil Anwar Tiba-tiba, Polisi Menduga Karena Serangan Jantung

Baca: Korban Tenggelam, Basarnas Gunakan Speed Boad Cari Nenek Minah

Untuk diketahui di Kabupaten Kerinci sering terjadi kerusuhan antar pelajar dan antar desa. Kerusuhan yang terjadi tak sekadar perkelahian atau tawuran antar kelompok, tetapi juga aksi pembakaran.

Teranyar terjadi beberapa bulan lalu, yakni kerusuhan antara warga Desa Pendung Talang Genting dengan Desa Seleman, Kecamatan Danau Kerinci. Dimana kerusahan tersebut membuat belasan rumah habis dibakar.

Penulis: heru
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved