Ancaman Kebakaran Lahan Jadi Kendala Terbesar Pengelolaan Taman Nasional Berbak Sembilang

Kebakaran Lahan menjadi ancaman terbesar di kawasan Taman Nasional Berbak Sembilang.

Ancaman Kebakaran Lahan Jadi Kendala Terbesar Pengelolaan Taman Nasional Berbak Sembilang
TRIBUNJAMBI/HENDRI DUNAN
Workshop pengelolaan Taman Nasional 

TRIBUNJAMBI.COM -- Kebakaran Lahan menjadi ancaman terbesar di kawasan Taman Nasional Berbak Sembilang.

Taman Nasional Berbak Sembilang (TNBS) satu dari tiga taman nasional yang ada di Provinsi Jambi.

TNBS ini sendiri memiliki topologi gambut dan mangrove.

Sehingga kendala terbesar yang mereka hadapi dalam pengelolaannya adalah ancaman kebakaran saat musim kering.

Rini Yuliarti, Koordinator Program dan Kerjasama TNBS mengatakan ancaman terbesar TNBS adalah kebakaran lahan.

Baca: Paulina Tewas Mengenaskan di Kamar Hotel, Pelaku Kabur tanpa Pakaian, Diduga Pria Ini Pelakunya

Baca: Kecelakaan Tunggal Bus Terguling di Jalan Bungo-Tebo, Ini Komentar Pihak Family Raya

Baca: Dua Pelaku Dari 12 Pelaku Asusila Kepada Gadis di Bawah Umur di Jambi Dapat Vonis Berat

Hal itu disampaikan dalam acara workshop yang diselenggarakan oleh TFCA di salah satu hotel di Kota Jambi membahas mengenai upaya memperkuat sinergi para pihak dalam mendukung upaya pengelolaan bentang alam Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS), Taman Nasional Bukit Tiga Puluh(TNBT), dan Taman Nasional Berbak Sembilang (TNBS) secara lestari dan berkelanjutan pada 18 Desember 2018 lalu.

“Kebakaran menjadi ancaman terbesar di kawasan TNBS. Saat ini kita bersama tim sedang menyusun RPJM di TNBS, dan sudah membentuk beberapa desa peduli api yang juga bekerjasama dengan pihak-pihak lain baik itu lembaga pendamping dan juga swasta,” katanya.

Selain itu, saat ini seluas 11.000 hektar lahan di kawasan TNBS telah diajukan sebagai kawasan dalam skema perhutanan sosial sebagai solusi lahan yang diklaim masyarakat di sekitar kawasan.

“Kita juga sudah melakukan penataan untuk zona-zona tradisional kemitraan konservasi. Agar pemanfaatan Hasil Hutan Bukan Kayu dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar. Karena regulasi yang mengatur itu belum ada,”jelasnya

Penulis: dunan
Editor: bandot
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved