Breaking News:

26 Ribuan Warga Tanjab Timur Hidup Miskin, Susenas BPS Klaim Angka Kemiskinan Turun

Badan Pusat Statistik Kabupaten Tanjung Jabung Timur merilis hampir 27 ribu jiwa warga Tanjabtim hidup miskin.

Penulis: Zulkipli | Editor: Teguh Suprayitno
Tribunjambi/Zulkifli
Daru, Kasi Statistik Sosial Badan Pusat Statistik Tanjabtimur . 

Laporan Wartawan Tribun Jambi Zulkifli

TRIBUNJAMBI.COM, MUARASABAK - Badan Pusat Statistik Kabupaten Tanjung Jabung Timur merilis hampir 27 ribu atau tepatnya 26.993 jiwa, warga Tanjabtim masih hidup di bawah garis kemiskinan. Atau 12,38 persen dari jumlah penduduk Tanjung Jabung Timur.

Dibandingkan tahun 2017 angka penduduk miskinan Tanjabtim sediikit mengalami penurunan sekitar 0,2 persen dari jumlah 27.216 jiwa atau 12,58 persen.

Baca: Izin Cuci Muka, Remaja 16 Tahun Hilang di Sungai Batang Merangin, Diduga Tenggelam

Baca: Hindari Jadi Temuan, PDAM Tirta Batanghari akan Lakukan Pemutihan Tunggakan Pelanggan

Baca: Kontrak Kerja Telah Habis, Pembangunan Jembatan Air Hitam Laut Senilai Rp 33 Miliar Tak Rampung

Kepala Badan Pusat Statistik Tanjabtimur, melalui Kasi Statistik Sosial, Daru mengatakan, angka kemisikinan itu diperoleh berdasarkan Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) yang dilaksanakan BPS pada Maret 2018.

"Dalam Survei itu diambil sebanyak 560 sampel rumah tangga yang tersebar di semua wilayah kecamatan Tanjung Jabung Timur," kata Daru, kepada Tribunjambi.com, pada Kamis (20/12).

Dijelaskan Daru, angka kemiskinan diukur dari ketidakmampuan memenuhi kebutuhan dasar makanan dan bukan makanan. Patokannya adalah pengeluaran per kapita per bulan atau yang disebut garis kemiskinan.

"Penduduk dikatakan miskin jika pengeluaran per kapita per bulannya di bawah garis kemiskinan," katanya.

Baca: Giliran Via Vallen Penuhi Panggilan Kepolisian Terkait Kosmetik Ilegal, Tampilannya Jadi Sorotan

Baca: Jauh Sebelum Ada OTT, Zumi Zola Sempat Terkejut Menerima Telepon KPK Saat Masih Jadi Gubernur Jambi

Baca: CCTV Ungkap Anggota Tim Pembunuh Jamal Khashoggi, Ini 15 Terduga Pelaku

Baca: Ketika Zumi Zola Pernah Diingatkan KPK Akan Ada OTT, Namun Tetap Saja Terjerat Kasus Korupsi

Dijelaskannya, pada survei yang dilakukan BPS Tanjabtim tahun 2018 ini, garis kemiskinan yang menjadi patokan BPS sebesar Rp 361.574 per kapita per bulan. Angka itu naik bila dibandingkan dengan survei tahun 2017 lalu, yakni sebesar Rp 338.963 perkapita perbulan.

Meskipun mengalami penurunan, Angka kemiskinan Kabupaten Tanjung Jabung Timur masih bertengger di posisi teratas dengan persentase angka kemiskinan tertinggi se Provinsi Jambi.

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved