Riza Patria: "Kami Akui Logistik Petahana Pasti Lebih Banyak, Namanya kan Bagi-bagi Proyek"

Prabowo Subianto sempat menyindir sejumlah elite partai pengusunya di Pilpres 2019 untuk memberikan sumbangan dana kampanye

kompas.com
Wakil Ketua Komisi II DPR RI Ahmad Riza Patria dalam diskusi di Jakarta, Minggu (22/5/2016). 

Riza mengatakan Prabowo punya pemikiran bahwa akar korupsi di Indonesia salah satunya karena ongkos politik dibiayai orang yang punya kepentingan.

Mereka yang menyumbang selalu mengharapkan imbalan setelah politisi yang didukungnya memenangkan pemilu.

Akhirnya, terjadi korupsi yang dilakukan kepala daerah, anggota Dewan, hingga menteri.

Baca: Debat Capres-Cawapres Digelar Lima Kali, Ada 14 Tema Usulan KPU, Ini Agendanya

Baca: M-Banking BCA Tak Bisa Diakses sejak Selasa (18/12), Ini Penjelasan dari Bank

Baca: Daftar Kapolri sejak 1946-Sekarang, Ini Beberapa Orang Jenderal Polisi Legendaris

Oleh karena itu, kata Riza, Prabowo ingin biaya politik disumbang oleh rakyat.

Dalam Konferensi Nasional Partai Gerindra di Sentul, Prabowo meminta elite partai pengusungnya untuk iuran.

Prabowo menyebut masyarakat sudah melakukan itu misalnya ojek online.

"Prabowo ingin membiasakan, supaya pemimpin tidak berutang ke pengusaha, tetapi dia harus berutang ke rakyat," kata dia.

Dengan begitu, pemimpin akan lebih bertanggung jawab saat menjalankan amanagnya.

Sumbangan dari rakyat akan dikembalikan dalam bentuk infrastruktur dan pengembangan sumber daya manusia.

http://cdn2.tstatic.net/banjarmasin/foto/bank/images/prabowo-subianto-berorasi.jpg

Prabowo Subianto berorasi di hadapan relawan di Istora Senayan (kompas.com)

Meski demikian, sumbangan partai tetap dibutuhkan untuk membantu pemenangan Pilpres.

Halaman
123
Editor: nani
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved