Rekontruksi Pembunuhan Rebutan Lahan Parkir Tiba-Tiba Terhenti, Saksi Takut Memberikan Keterangan

Jalannya rekonstruksi sempat beberapa kali terhenti lantaran saksi yang dihadirkan ke lokasi terkesan takut untuk memberikan keterangan

Rekontruksi Pembunuhan Rebutan Lahan Parkir Tiba-Tiba Terhenti, Saksi Takut Memberikan Keterangan
TRIBUNJAMBI/RIAN AIDILFI
Rekonstruksi terhadap pembunuhan Ucok gegara rebutan lahan parkir 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Rian Aidilfi Afriandi.

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Polisi dan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Jambi juga menghadirkan saksi mata yang menyaksikan peristiwa pembunuhan yang dilakukan oleh Arpin Harahap (34) terhadap Riko Sihotang alias Ucok, yang terjadi pada 19 September 2018.

Jalannya rekonstruksi sempat beberapa kali terhenti lantaran saksi yang dihadirkan ke lokasi terkesan takut untuk memberikan keterangan terkait kejadian itu.

Bahkan, polisi dan JPU sempat meyakinkan saksi untuk memberikan keterangan dalam rekonstruksi itu.

"Jangan takut, kamu dilindungi oleh undang undang," ujar salah seorang jaksa kepada saksi yang dihadirkan.

Baca: 13 Adegan Rekonstruksi Ungkap Penyebab Pembunuhan Rebutan Lahan Parkir di Kecamatan Pasar Kota Jambi

Baca: Update Kondisi Tiga Korban Kecelakaan Tergulingnya Bus Family Raya yang Dirawat di Bungo

Baca: Amankan Natal Dan Tahun Baru Polres Tanjabtim Kerahkan 100 Personel Jaga Gereja dan Pusat Keramaian

Kanit Reskrim Polsek Pasar, Ipda Yogi Sugama Hasyim, menyayangkan saksi yang dihadirkan terkesan takut untuk memberikan keterangan.

"Sebelumnya, saksi itu juga sudah diperiksa oleh penyidik. Mungkin takut sama tersangka atau keluarga tersangka," kata Yogi, Rabu (19/12).

Terkait kasus ini sendiri, Yogi memastikan tidak ada dendam antara korban dengan tersangka. Bahkan ia menyebut jika korban dan tersangka merupakan teman sesama petugas parkir.

Dikatakan Yogi, pembunuhan tersebut terjadi karena selisih paham terkait lahan parkir.

"Kejadiannya spontan dan tidak ada dendam diantara keduanya. Ini cuma selisih paham masalah lahan parkir," terang Yogi.

Lebih lanjut Yogi mengatakan, terkait kasus ini tersangka dijerat dengan pasal 351 ayat (3) tentang menganiayaan yang menyebabkan hilangnya nyawa orang lain, subsidair pasal 338 KUHP tentang pembunuhan.

"Ancaman hukumannya di atas tujuh tahun penjara," pungkasnya.

Pantauan di lapangan, jalannya rekonstruksi mendapat pengawalan ketat dari pihak kepolisian. Bahkan di sekitar lokasi rekonstruksi dipasangi police line agar warga tidak mendekat. Namun warga yang penasaran tetap nekat untuk melihat rekonstruksi dari jarak dekat meski telah diperingatkan untuk menjauh. (*)

Penulis: Rian Aidilfi Afriandi
Editor: bandot
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved