Bukan Cuma Air, Warga Juga Takut Ular dan Lintah Masuk Rumah Saat Banjir

Selain itu, masyarakat Desa Pulau Kayu Aro, Kecamatan Sekernan, Kabupaten Muarojambi mulai terserang penyakit gatal-gatal.

Bukan Cuma Air, Warga Juga Takut Ular dan Lintah Masuk Rumah Saat Banjir
tribunjambi/syamsul bahri
Banjir di Desa Pulau Kayu Aro, Kecamatan Sekernan, Rabu (19/12/2018) 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Samsul Bahri

TRIBUNJAMBI.COM, SENGETI - Banjir yang terjadi di Desa Pulau Kayu Aro juga menjadi momok yang menakutkan sebagaian orang. Tidak hanya takut akan banjir yang kian tinggi, namun juga binatang seperti ular dan lintah juga menjadi kekhawatiran warga.

Seperti diungkapkan oleh Lina yang rumahnya sudah terendam oleh Banjir. Ia menjelaskan bahwa tidak hanya khawatir akan air yang semakin tinggi. Namun, Ia juga takut jika ada ular atau lintah yang tiba-tiba masuk kedalam rumah.

"Takut jugo aek (red-air) naik tibo-tibo, kan dak tu takut jugo kalo misalnyo ado ular apo lintah yang tibo-tibo masuk. Itu lah yang kami takutkan," tuturnya, kepada Tribunjambi.com, Rabu (19/12/2018).

Baca: VIDEO: Jalan Gubeng Surabaya Ambles Sedalam 8 Meter

Baca: Keracunan Santapan Kendurian di Teluk Nilau, Polisi Ambil Sampel Makanan

Baca: VIDEO: Terus Bergerak Memburu, Pasukan Brimob Berhasil Hancurkan Markas KKB di Belantara Papua

Ratusan rumah terdampak banjir di Desa Pulau Kayu Aro, Kecamatan Sekernan, Kabupaten Muarojambi
Ratusan rumah terdampak banjir di Desa Pulau Kayu Aro, Kecamatan Sekernan, Kabupaten Muarojambi (tribunjambi/syamsul bahri)

Selain itu, masyarakat Desa Pulau Kayu Aro, Kecamatan Sekernan, Kabupaten Muarojambi mulai terserang penyakit gatal-gatal. Hal ini diungkapkan oleh Ira, bidan Desa Pulau Kayu Aro.

Meskipun memang kantor pelayanan kesehatan atau posyandu Desa Pulau Kayu Aro terendam oleh Banjir. Namun pelayanan terhadap masyarakat tetap berjalan, walaupun harus menumpang di salah satu rumah warga.

"Kantor posyandu kita itu terendam banjir. Jadi kita tutup kantornya, tapi kalo pelayanan tetap kita pelayanan. Ini lah kita numpang disini, untuk sementara,"sebutnya kepada tribunjambi.com, Rabu siang (19/12) saat berada di lokasi banjir.

Baca: Bappeda: Di Tanjab Barat, Masih Banyak Perusahaan tak Laporkan Kegiatan CSR

Baca: Ahli Gunakan Senjata, Sosok Berpengaruh di Papua ini Mencurigai Ada Mantan TNI-Polri yang Latih KKB

Baca: Manchester United Tunjuk Ole Gunnar Solskjaer, Super Sub yang Persembahkan The Treble Bagi United

Lebih lanjut Ia menjelaskan bahwa selama banjir yang terjadi dalam waktu satu minggu sudah ada laporan mengenai penyakit gatal-gatal yang dialami oleh masyarakat setempat. Hal ini juga disebabkan karena masyarakat Desa Pulau Kayu Aro memanfaatkan air banjir untuk mandi dan mencuci.

"15 orang sudah ada yang terkena gatal-gatal. Di sini masyarakat kan gunakan air untuk mandi dan cuci pakaian. Jadi, ya biasanya itu yang dikhawatirkan sama anak-anak. Penyakit yang muncul itu gatal-gatal, diare, itu biasanya paling banyak kalau selesai banjir," terangnya.(*)

Penulis: samsul
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved