Terendam Banjir, Separuh Kabupaten Muarojambi Rawan Penyakit, Ini 6 Kecamatan Paling Rawan

Luapan air Sungai Batanghari mulai memasuki kawasan perkampungan yang berada di pinggir aliran Sungai Batanghari.

Terendam Banjir, Separuh Kabupaten Muarojambi Rawan Penyakit, Ini 6 Kecamatan Paling Rawan
TRIBUNJAMBI/SAMSUL BAHRI
Puluhan anak-anak di Desa Berembang, Kecamatan Sekernan, Kabupaten Muarojambi sedang bermain air luapan Sungai Batanghari yang mulai menggenangi rumah-rumah warga. 

Laporan Wartawan Tribun Jambi Samsul Bahri

TRIBUNJAMBI.COM, SENGETI - Luapan air Sungai Batanghari mulai memasuki kawasan perkampungan yang berada di pinggir aliran Sungai Batanghari.

Luapan air juga dirasakan daerah perkampungan yang dekat dengan kanal-kanal atau anak sungai hilir Sungai Batanghari.

Luapan air tidak hanya akan aktivitas warga tapi juga kesehatan. Sebab banyak penyakit yang muncul pasca banjir.

Seperti yang disampaikan oleh Kabid P2P (Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit) Dinkes Kabupaten Muarojambi, Afif Udin.

Baca: Sambut Libur Natal dan Tahun Baru, Bank Mandiri dan Danamon Siapkan Rp 14 Triliun

Baca: Dapat Telpon dari Isteri, Ketua DPRD Merangin Kaget, Diberitahu Wakilnya Ditahan Jaksa

Baca: Dengar Divonis 5 Tahun Penjara, Ary Langsung Lari Temui Istri

Ia menjelaskan titik-titik rawan penyakit tersebar di kecamatan Sekernan, Jaluko, Kumpeh ulu, Kumpeh, Taman Rajo, Maro Sebo sebagian kecil sungai gelam.

“Jadi hampir 50 persen wilayah di Kabupaten Muarojambi menjadi titik rawan penyakit,” jelasnya.

Lebih lanjut Ia menjelaskan bahwa Jenis penyakit yang terdeteksi mulai dari penyakit kulit, gigitan ular dan reumatik, serta komonkol ( penyakit pilek, batuk pilek), serta pencemaran lingkungan.

“Kita sudah membuat surat edaran munculnya kasus penyakit, ada upaya penyuluhan puskesmas agar masyarakat waspada,” jelasnya.

Afif Udin mengatakan bahwa pihaknya sudah menyiapkan obat-obatan yang sudah standby di puskesmas, dan puskesmas pembantu.

Selain itu pihaknya juga mengupayakan penjernih air cepat, serbuk dan kaporit yang disiapkan di dinas kesehatan.

“Kita sampaikan ke warga agar mewaspadai penggunaan air, harus air bersih, dan memasak air dengan benar,” sebutnya.

Baca: Kembali Berurusan dengan Polisi, Habib Bahar bin Smith Diperiksa dengan Dugaan Penganiayaan

Baca: Heboh, Beredar Surat Rekomendasi CPNS Palsu, Ini Keterangan BKN

Baca: Ungkap Kasus Dugaan korupsi Alkes Bungo, Jaksa Hadirkan 15 Saksi dari PPHP

Baca: Kursi Wakil Ketua DPRD Merangin Kosong, Begini Komentar Zaidan Ismail

“Penyakit Diare biasanya muncul akibat konsumsi air dipaksakan, bakteri coli meningkat jadi masak harus benar,” ujar Afif.

Ditambahkan, bahwa pihaknya berkoordinasi terus dengan pihak terkait dalam melakukan suplai logistik. Saat kondisi waspada banjir maka risiko berat adalah kecelakaan atau tenggelam.

“Jangan tidur lelap khususnya di dekat sungai, terutama bagi yang memiliki bayi. Begitu juga kita sampaikan Puskesmas harus mengamati munculnya kasus-kasus akibat kondisi banjir dan ada laporan mingguan yang dilaporkan ke Dinkes,” pungkasnya.

Penulis: samsul
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved