600 Hektar Sawah Gagal Panen di Batanghari, Ini Penyebab dan Solusinya

Sepanjang tahun 2018 ini kata Isnen, tercatat sawah yang terkena banjir mencapai 696 hektare dan yang dinyatakan fuso seluas 609 hektare.

600 Hektar Sawah Gagal Panen di Batanghari, Ini Penyebab dan Solusinya
tribunjambi/abdullah usman
Banjir dan gagal panen, menjadi penyebab Batanghari kekurangan produksi beras, dari target yang ditetapkan 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Abdullah Usman

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA BULIAN - Tercatat 600 Hektare sawah di Kabupaten Batanghari, alamai gagal panen karena fuso. Sawah yang gagal panen tersebut, tersebar di delapan kecamatan di Kabupaten Batanghari.

Hingga November 2018, Dinas Ketahanan Pangan dan Holtikultura Batanghari mencatat, 600 hektare sawah di Batanghari mengalami fuso dan gagal panen. Hal tersebut dikarenakan sebelumnnya sawah tersebut terendam banjir dengan kurun waktu cukup panjang.

"Dari jumlah tersebut tersebar dibeberapa kecamatan, seperti Kecamtan Karmeo, Batin, Tembesi, Pemayung dan Tembesi kecuali MSU dan Mersam, karena mereka panen duluan," kata Kabid Produksi Tanaman Pangan, Isnen.

Baca: Produksi Padi Belum Maksimal, Batanghari Kekurangan 9.253 Ton Beras

Baca: Hasil Survei Pilpres 2019, Prabowo-Sandi Ungguli Jokowi-Maruf di Madura, Peneliti Bongkar Sebabnya

Baca: Bebas Januari 2019, Ahok Ternyata Bisa Lebih Cepat Keluar Penjara Jika Mau Lakukan Hal Ini

Sepanjang tahun 2018 ini kata Isnen, tercatat sawah yang terkena banjir mencapai 696 hektare dan yang dinyatakan fuso seluas 609 hektare.

Masing-masing sawah yang terdampak banjir tersebut berusia tanam bervariasi mulai dari usia 15 hari hingga 120 hari siap panen. Namun ada juga yang masih bisa diselamatkan.

"Paling banyak terjadi di Kecamatan Pemayung dan Maro Sebo Ulu (MSU), seperti di Kecamatan MSU dari 50 hektare 30 hektare sudah panen dan sekitar 20 hektare yang mengalami fuso," jelasnya.

Baca: Tragedi di Jalan Jakarta, 7 Orang Tewas Terpanggang setelah Rayakan Ulang Tahun Anak

Baca: Kabar Gembir Bagi Putra Daerah Sarolangun, Ada Tambahan Poin SKB, Ini Ketentuannya

Baca: Ramalan Gus Dur tentang Ahok jadi Presiden akan Terbukti? 6 Ramalan Lain Telah Terbukti

Di Desember ini, dari 105 hektare sawah, 25 hektare diantaranya mengalami fuso. Seperti yang terjadi di Kecamatan Muara Bulian, Sungai Baung yang masih masuk dalam kegiatan optimasi lahan.

Dikatakannya pula, untuk menutupi kekurangan akibat fuso tersebut, ada beberapa alternatif yang dapat dilakukan diantaranya dengan melaksanakan optimaliasi lahan, baik dengan dana APBD dan APBN dibantu dengan pertanian lainnya. (*)

Penulis: Abdullah Usman
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved