Advertorial

Fachrori Umar Dampingi Presiden Joko Widodo Beri Arahan untuk 3.316 Prajurit TNI

Presiden Joko Widodo menegaskan pentingnya peranan Babinsa sebagai ujung tombak pengamanan teritorial.

Fachrori Umar Dampingi Presiden Joko Widodo Beri Arahan untuk 3.316 Prajurit TNI
IST
Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Jambi, Dr Drs H Fachrori Umar, MHum, mendampingi Presiden Republik Indonesia, Ir H Joko Widodo, saat memberikan arahan kepada prajurit TNI. Acara berlangsung di Balairung Pinang Masak Universitas Jambi, Kampus Mendalo, Kabupaten Muarojambi, Minggu (16/12). (IST) 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Jambi, Dr Drs H Fachrori Umar, MHum, mendampingi Presiden Republik Indonesia, Ir H Joko Widodo, saat memberikan arahan kepada prajurit TNI. Acara berlangsung di Balairung Pinang Masak Universitas Jambi, Kampus Mendalo, Kabupaten Muarojambi, Minggu (16/12).

Presiden Joko Widodo memberikan pengarahan kepada 3.316 orang Bintara Pembina Desa TNI AD (Babinsa) di tiga wilayah teritorial di Sumatera, yaitu Kodam I Bukit Barisan, Kodam II Sriwijaya dan Kodam Iskandar Muda.

Hadir pada acara ini Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal Polisi Prof Drs H Muhammad Tito Karnavian, MA,PhD, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Andika Perkasa, pejabat TNI tiga wilayah teritorial, Kapolda Jambi Irjen Pol Drs Muchlis AS, MH.

Presiden Joko Widodo menegaskan pentingnya peranan Babinsa sebagai ujung tombak pengamanan teritorial.

Presiden menegaskan bahwa memasuki revolusi industri ke empat, Babinsa memiliki tanggung jawab yang lebih besar, dimana jika dilihat gambaran kondisi politik dan ekonomi global berubah sangat cepat, dan keterbukaan informasi melalui internet akan memberikan dampak yang bukan saja positif tetapi juga negatif bagi masyarakat.

Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Jambi, Dr Drs H Fachrori Umar, MHum, mendampingi Presiden Republik Indonesia, Ir H Joko Widodo, saat  memberikan arahan kepada prajurit TNI. Acara berlangsung di Balairung Pinang Masak Universitas Jambi, Kampus Mendalo, Kabupaten Muarojambi, Minggu (16/12).
Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Jambi, Dr Drs H Fachrori Umar, MHum, mendampingi Presiden Republik Indonesia, Ir H Joko Widodo, saat memberikan arahan kepada prajurit TNI. Acara berlangsung di Balairung Pinang Masak Universitas Jambi, Kampus Mendalo, Kabupaten Muarojambi, Minggu (16/12). (IST)

“Kita melihat perlu disampaikan bahwa gambaran kondisi politik dan ekonomi global berubahnya sangat cepat, dengan adanya keterbukaan. Media sosial yang namanya internet ini bisa bermanfaat baik, bisa tidak baik, untuk masyarakat. Revolusi Industri keempat memiliki perubahaan yang sangat cepat dibandingkan jilid pertama. Perubahan ini harus kita respon dan kita ketahui karena akan mengubah gambaran kondisi ekonomi, politik global, nasional, daerah, dan sampai ke desa akan masuk perubahan. Harus diantisipasi jangan sampai membawa dampak yang tidak baik bagi masyarakat, pasti akan ada intervensi, budaya impor, dan ideologi impor dan tidak bisa kita cegah, bisa diakses tanpa bisa disaring," ujar Presiden Joko Widodo.

Presiden Jokowi mengapresiasi kinerja Babinsa yang dinilainya sangat memberikan peran dalam rangka membangun negara Indonesia.

“Saya sangat mengapresiasi ketika tadi diputar bagaimana kiprah para Babinsa dalam membangun negara ini, ada yang mengajar masyarakat pedalaman, membangun jembatan, membangun rumah dan jembatan gantung yang sangat panjang. Dan inilah bentuk konkret yang dilakukan oleh Babinsa," kata Presien.

"Saya titip pesan untuk mengawal penggunaan Dana Desa yang digelontorkan dari tahun ke tahun semakin besar. Mengapa Dana Desa ini terus digelontorkan? Karena terjadi ketimpangan antara desa dan kota, perputaran uang 50 sampai dengan 65 persen di Jakarta dan sekitarnya. Dengan adanya anggaran desa, maka akan memperbesar perputaran uang di desa, di daerah, di kecamatan. Dan saya titip pembelian untuk kegiatan yang berkaitan dengan Dana Desa beli produknya di desa setempat, contoh jika ingin membangun jalan desa beli batunya di desa, jangan keluar dari dari desa paling jauh di kecamatan," jelas Jokowi.

Presiden menegaskan bahwa Indonesia diberikan anugerah perbedaan yang menjadikan kekuatan bagi bangsa Indonesia.

"Indonesia diberikan anugerah, yaitu perbedaan, berbeda suku, agama. Di Indonesia terdapat 714 suku, perbedaan ini harus kita sadari dan harus terus kita sampaikan kepada masyarakat, jangan sampai ada konflik sekecil apapun di desa, harus segera kita padamkan, jangan sampai membesar," tuturnya.

Halaman
12
Editor: duanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved