10 Tahun Terakhir, 700 Gajah Mati di Sumatera

Forum Konservasi Gajah Indonesia memprediksi selama 10 tahun terakhir setidaknya 700 ekor gajah sumatera mati diracun, diburu untuk diambil gadingnya

10 Tahun Terakhir, 700 Gajah Mati di Sumatera
istimewa
Gajah di Hutan Harapan, Jambi 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Heri Prihartono

TRIBUN JAMBI.COM, TEBO - Populasi gajah sumatera (Elephas maximus sumatranus) di kawasan ekosistem Bukit Tigapuluh, diperkirakan terdapat sekitar 143 ekor gajah sumatera.

Namun, dengan pesatnya pembangunan, proses alih fungsi kawasan hutan yang menjadi habitat gajah menjadi perkebunan dan pemukiman semakin marak.

"Sehingga potensi pertemuan manusia dan gajah semakin tinggi sehingga konflik antara manusia dan gajah kadangkala tak terhindarkan," kata Kepala BKSDA Jambi, Rahmad Saleh Simbolon.

Dari data yang dihimpun BKSDA Jambi, sejak awal tahun 2018 ini hingga Juni 2018, terdapat 188 konflik di kawasan tersebut.

Baca: Ilmu Tersembunyi Pasukan Khusus TNI, Bak Supermen, Kekuatan Super itu Bisa Digunakan Sewaktu-waktu

Baca: Bawa 9 Pawang Gajah, 40 Personil Berjibaku Selamatkan Gajah di Tebo

Untuk mengatasi konflik antara gajah dan manusia ini kata Rahmad, pemerintah dan para pihak yang terdiri dari para penggiat konservasi, pihak swasta dan masyarakat, sepakat untuk membangun
koridor gajah di kawasan ekosistem Bukit Tigapuluh.

“Total luas kawasan yang diperuntukkan untuk koridor gajah adalah sekitar 54.000 hektar,” sebut Rahmad Saleh.

Adapun areal tersebut sebut Rahmad, terdiri dari konsesi PT. Royal Lestari Utama (RLU)/Lestari Asri Jaya (LAJ) seluas 11.000 hektar, PT. Alam Bukit Tigapuluh (ABT) seluas 35.000 hektar, PT. Wirakarya Sakti
seluas 5.000 hektar dan 3.000 hektar di kawasan hutan negara.

Luasan ini baru alokasi sementara karena menurut Rahmad, akan dilakukan pengecekan di lapangan dan kajian teknis terlebih dahulu agar kawasan koridor tersebut tepat sasaran.

Areal ini diharapkan cukup untuk menjadi wilayah jelajah populasi gajah yang ada di kawasan tersebut.

Halaman
123
Penulis: heri prihartono
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved