Breaking News:

Menjaga Populasi Burung Migran, Pantai Cemara di Pantai Timur Tanjabtim, akan Ditetapkan Sebagai KEE

"Kawasan ini bisa dijadikan sebagai destinasi wisata, pengembangan budidaya perikanan, dan lain sebagainya," ungkapnya.

Photo istimewa (iwan londo)
Aktifitas burung pantai yang bermigrasi di pantai Cemara, kawanan burung terekam dalam World Migratory Bird Day (WMBD)yang jatuh pada 10 mei 2017 lalu. 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Zulkifli

TRIBUNJAMBI.COM. MUARA SABAK - Pemerintah Provinsi Jambi melalui Dinas Kehutanan, mendorong kawasan Pantai Cemara yang ada di Desa Cemara, Kecamatan Sadu, Kabupaten Tanjung Jabung Jabung Timur, menjadi kawasan ekositem esensial (KEE).

Kawasan ekosistem esensial merupakan kawasan yang ditetapkan sebagai kawasan yang dilindungi dan dikelola berdasarkan prinsip-prinsip konservasi keanekaragaman hayati sebagaimana yang dianut dalam pengelolaan kawasan hutan konservasi.

Kawasan Ekosistem Esensial sangat berperan penting dalam mendukung perlindungan keanekaragaman hayati (ekosistem, spesies, dan keanekaragaman genetik).

Rapat untuk menetapkan Pantai Cemara sebagai KEE
Rapat untuk menetapkan Pantai Cemara sebagai KEE (tribunjambi/zulkifli)

Baca: Populasinya Tinggal 300 Ekor di Dunia, Burung Asli Rusia Lebih Sering Terlihat di Pantai Cemara

Baca: Tangis Pembaca Berita ini Pecah Saat Bacakan Kebijakan Trump Pisahkan Anak-anak Imigran

Kasi Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Dinas Kehutana Provinsi Jambi Aryen Dessy, saat diwawancarai Tribunjambi..com, pada kamis (13/12) menyampaikan, dipilihnya pantai cemara untuk menjadi KEE dikarenakan pantai cemara merupakan tempat persinggahan burung migran.

Untuk menjaga kelestarian burung-burung tersebut agar habitatnya tidak terhanggu perlu ditetapkan dalam suatu peraturan dan yang menaunginya ada di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan ada aturan tentang kawasan esensial.

"Tujuannya adalah menjaga supaya keberadaan burung-burung migran itu tetap ada di Pantai Cemara maka kawasan itu ditetapkan menjadi KEE," kata Aryen.

Burung pantai Trinil Nordmann lebih sering terlihat dalam gelombang migrasi di pantai Cemara, pantai timur provinsi Jambi.
Burung pantai Trinil Nordmann lebih sering terlihat dalam gelombang migrasi di pantai Cemara, pantai timur provinsi Jambi. (Sumber photo Istimewa (Iwan Londo))

Selain itu, jika telah ditetapkan menjadi KEE maka pengelilolaan pantai cemara akan dilakukan secara terpadu memanfaatkan potensi-potensi keanekaragaman hayati untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar namun tidak merusak ekosistem.

"Kawasan ini bisa dijadikan sebagai destinasi wisata, pengembangan budidaya perikanan, dan lain sebagainya," ungkapnya.

Sementara itu, Kapala Bidang Perencanaan Ekonomi dan Sumber Daya Alam Bappeda Tanjung Jabung Timur Rudi Chandra, menyampaikan pihaknya sangat mensuport atas upaya Pihak Dinas Kehutanan Provinsi untuk menjadikan pantai cemara menjadi KEE.

Baca: Harga TBS Anjlok, Petani Sawit Tanjab Barat, Wajar Nunggak Motor, dan Bank

Baca: Mega Proyek Pelabuhan Ujung Jabung Jambi Dilanjutkan, Segini Besaran Anggarannya

"Kami selaku pemerintah daerah sangat mensupport hal ini, agar pengembangan kawasan pantai cemara bisa lebih baik dan terarah dan keanekaragaman hayatinya tetap terjaga dengan baik," katanya.

Untuk diketahui di Wilayah Provinsi Jambi, Pantai cemara merupakan kawasan pertama yang akan ditetapkan sebagai KEE. (*)

Penulis: Zulkipli
Editor: Deni Satria Budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved