Dua Pemanen Sawit di Muara Kilis Ditahan, Anggota PSHT Tebo Beri Peringatan PT.SKU 3x24 Jam

Anggota PSHT Tebo memberi waktu 3x24 jam pada PT.SKU terkait dua rekannya yang ditahan Polres Tebo.

Dua Pemanen Sawit di Muara Kilis Ditahan, Anggota PSHT Tebo Beri Peringatan PT.SKU 3x24 Jam
Tribunjambi/Heri
Ratusan anggota Perguruan Setia Hati Terate (PSHT) geruduk PT Satya Kidman Usaha (SKU) di Muara Kilis, Tengah Ilir, Kamis (13/12). 

Laporan Wartawan Tribun Jambi Heri Prihartono

TRIBUN JAMBI.COM, TRIBUN - Ratusan anggota Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) di Tebo mendatangi PT. Satya Kisma Usaha (SKU), setelah kedua rekannya ditahan Polres Tebo, karena dituduh memanen sawit di kebun milik perusahaan pada 19 November lalu.

Ipda Muslim Wakil Kasat Binmas Polres Tebo mengatakan, apa yang dilakukan ratusan anggota PSHT bukanlah unjuk rasa, namun dalam upaya silaturahmi dalam rangka meminta klarifikasi terkait penangkapan dua rekan.

"Untuk itu maka saya selaku mediator berharap mediasi ini dapat menghasilkan solusi yang sama-sama menguntungkan bagi kedua belah pihak," jelas IPDA Muslim.

Baca: Tak Terima Rekannya Ditahan, Ratusan Pendekar Geruduk Kantor Perusahaan Sawit di Tebo

Baca: Ribuan Terjual Setiap Bulan, Ini Merek Smartphone Paling Dicari di Bungo

Muksin meminta kepada PT. SKU untuk membebaskan ke dua rekannya yang saat ini di tahan oleh Polres Tebo.

"Karena dari data yang kami miliki, rekan kami yang saat ini ditahan adalah pekerja yang hanya disuruh untuk memanen sawit. Dan kemudian lahan tersebut juga belum memiliki kejelasan siapa yang benar atas izinnya, yang mana lahan tersebut telah memiliki HGU sebelum PT. SKU berada di sini," kata Muksin.

Sementara Syarifudin Humas PT SKU mengatakan jika perusahaan berjalan secara berkemitraan dengan masyarakat pada tahun 2008.

Namun Siti Khalifah warga Muara Kilis, Tebo mengklaim bahwa kebun sawit yang dipanen dua anggota PSHT tersebut merupakan miliknya, sejak 2013.

"Kami juga terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat pekerja Siti Khalifah untuk tidak mencuri kembali," kata Syarifudin.

"Satu minggu sebelumnya sudah kami sosialisasikan kepada pekerja dan Siti Khalifah untuk agar tidak memanen sawit tersebut," tambahnya.

Baca: Banyak Ternak Terserang Penyakit, Dinas Peternakan Bungo Sarankan 4 Cara Atasinya

Baca: Nonton Live Streaming Laga Marcus/Kevin vs Li Junhui/Liu Yuchen di BWF World Tour Finals 2018

Baca: Bukan Jabatan, Ini Alasan Antasari Azhar Ikhlas Dukung Jokowi jadi Presiden

Kata Syarifudin, pada 2002 perusahaan membuat kelompok tani namun Siti Khalifah tidak ikut bermitra dengan perusahaan.

"Masuk SKU mulai timbul masalah, yang mana Siti Khalifah melapor bahwa PT. SKU menggusur lahan miliknya," ujarnya.

Aksi tersebut berakhir dengan ultimatum dari pihak PSHT bahwa dalam 3x24 jam harus ada perkembangan terkait rekan mereka yang ditahan. Jika tak ada perkembangan, mereka mengancam akan ada rencana yang lebih besar lagi.

Penulis: heri prihartono
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved