Mantan Bupati Sarolangun M Madel Buka-bukaan di Sidang Tipikor, Dia Bilang Ada Peran Pejabat Ini

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Persidangan tiga terdakwa perkara pembangunan perumahan PNS di Kabupaten

Mantan Bupati Sarolangun M Madel Buka-bukaan di Sidang Tipikor, Dia Bilang Ada Peran Pejabat Ini
Tribun Jambi/Dedy Nurdin
Ilustrtasi- Penyidik Kejaksaan Tinggi Jambi akhirnya menetapkan M Madel, mantan Bupati Sarolangun, sebagai tersangka kasus pembangunan perumahan PNS di Kabupaten Sarolangun 2005. Pemeriksaan berlangsung Senin (16/4). 

 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Persidangan tiga terdakwa perkara pembangunan perumahan PNS di Kabupaten Sarolangun digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jambi.

Sidang yang dipimpin ketua majelis hakim Edi Pramono itu beragendakan pemeriksaan terdakwa dan saksi mahkota, pada Senin (10/12).

Dalam persidangan itu, Joko Susilo diperiksa lebih dulu. Dalam keterangannya, dia menjelaskan perjanjian yang dilakukan pada pelepasan itu adalah akta pelepasan, bukan jual beli atau ganti rugi.

"Tahun 2005 saya pernah dibawa Pak Ade untuk silaturahmi dengan bank, membicaraan pembangunan perumahan PNS itu, yang akan dibangun PT NUA," kata dia.

Baca: Sidang Korupsi Embung Sungai Abang, 2 Terdakwa Dipidana 2 Tahun, Ini Putusan Untuk Terdakwa Lainnya

Baca: Dinas Pemadam Kebakaran Tanjabbar Kekurangan Armada, Tahun 2019 Bakal Tambah 10 Mobil

Dia juga menerangkan, jika terdapat sengketa dalam pembangunan itu, bukan tanggung jawab KPN Pemkasa yang dia pimpin. "Pada 2005 itu saya terangkan, jika ada sengketa, bukan tanggung jawab pihak kedua (KPN Pemkasa, red)," tuturnya.

Selanjutnya, M Madel menerangkan, harga Rp 5.000 per meter pada tanah itu merupakan kesepakatan Panitia Sembilan.

"Itu dilatarbelakangi oleh keuntungan dari kedua belah pihak. Dari pemerintah, juga untuk pegawai," terangnya.

Madel juga menjelaskan, dia tidak tahu banyak mengenai pelepasan itu. Sebab, kata dia, juga ada peran Sekda Sarolangun saat itu, Hasan Basri Harun.

Baca: Kunjungan Presiden Jokowi ke Jambi Korem 042/Gapu Kerahkan 2.500 Personel Pengamanan

Persidangan sempat berlangsung alot ketika jaksa mempertanyakan peran Madel dalam pelepasan tanah. Tim penasihat hukum Madel justru kembali mempertanyakan berita acara asli yang menjadi satu di antara bukti keterlibatan Madel.

"Dari kemarin kami minta berita acara itu, tapi tidak ada. Kemarin, waktu kami tanyakan ke ahli dari BPK, katanya yang asli ada di jaksa. Jadi, sebenarnya di mana?" penasihat hukum Madel, Zul Arman mempermasalahkan.

Sementara itu, Ferry Nursanti dalam keterangannya hanya menjelaskan perannya di PT NUA.
Perlu diketahui, perkara ini menjerat tiga terdakwa. Mereka adalah M Madel selaku mantan Bupati Sarolangun, Joko Susilo mantan ketua KPN Pemkasa, dan Ferry Nursanti rekanan.

Baca: Jalan Poros Utama Kecamatan Limun Sarolangun Memprihatinkan, Warga di Enam Desa Kesulitan

Baca: Nama-nama Penumpang Korban Tragedi Naas Mobil Camat Jangkat Timur Tenggelam, 3 Orang Meninggal

Baca: Kabar Bahagia, Upah Minimum Kabupaten (UMK) Tanjab Barat Naik 8 Persen, Ini Besarannya

Kasus perumahan PNS Sarolangun merupakan pembangunan rumah 600 unit sesuai perencanaan. Namun, yang terealisasi hanya 60 rumah.

Berdasarkan temuan BPK, terdapat kerugian negara pada pelepasan hak atas aset berupa tanah milik Pemerintah Kabupaten Sarolangun yang luasnya 241.870 meter persegi dengan nilai Rp 12,09 miliar. (cre)

Penulis: Mareza
Editor: ridwan
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved