Gregetan, Jokowi Bubarkan PB Batam, Pengusaha Menyambut Baik

Presiden Joko Widodo memutuskan untuk membubarkan Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas Batam (BP Batam)

Gregetan, Jokowi Bubarkan PB Batam, Pengusaha Menyambut Baik
Tribunnews.com
Jokowi kenakan pakaian adat Aceh 

TRIBUNJAMBI.COM  - Presiden Joko Widodo memutuskan untuk membubarkan Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas Batam (BP Batam) sebagai pengelola kawasan wilayah tersebut. Hal tersebut diputuskan di dalam rapat terbatas di Kantor Presiden, Jakarta Pusat, Rabu (12/12).

Seusai rapat, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan pengelolaan kawasan Batam menemui kendala semenjak dahulu. Salah satunya adalah soal dualisme kewenangan antara BP Batam dengan pemerintah daerah.
Dalam arahan Presiden, lanjut Darmin, diputuskan agar dualisme itu harus dihilangkan segera.

"Salah satu masalah yang berulang adalah dualisme kewenangan di Batam. Tadi, Presiden dan Wapres memutuskan dualisme harus dihilangkan. Itu berarti hanya ada satu, enggak boleh ada dua," ujar Darmin.

Baca: Mantan Bupati Sarolangun M Madel Buka-bukaan di Sidang Tipikor, Dia Bilang Ada Peran Pejabat Ini

Baca: Posyandu Indomaret 2018 Bersama Frisian Flag 123 456 Disambut Meriah Warga Jambi Timur

Saat dimintai penegasannya apakah artinya BP Batam dibubarkan, Darmin menjawab. "Ya kurang lebih akan begitu".

Dengan demikian, pengelolaan kawasan Batam diserahkan ke pemerintah daerah. Pengelolaan kawasan itu pun diyakini semakin sederhana.

"Kewenangan sebagai BP Batam sebagai tangan pemerintah di daerah itu akan dirangkap oleh Bupati Batam sehingga jadi satu saja tangannya, enggak dua. Itu saja, jadi sederhana sekali," lanjut dia.

Baca: VIDEO: Iriana Ungkap Rasa Jengkel Saat Presiden Jokowi Diperlakukan Seperti Ini Oleh Wanita Lain

Baca: Jalan Poros Utama Kecamatan Limun Sarolangun Memprihatinkan, Warga di Enam Desa Kesulitan

Saat mengawali rapat terbatas itu sendiri, Presiden Jokowi sudah nampak 'gregetan' dengan persoalan dualisme dalam hal pengelolaan kawasan Batam.

Sebab, rapat mengenai hal itu sudah dilakukan semenjak 2015. Namun hingga saat ini belum ada keputusan jelas mengenai hal itu.

Baca: Kabar Bahagia, Upah Minimum Kabupaten (UMK) Tanjab Barat Naik 8 Persen, Ini Besarannya

Baca: Kunjungan Presiden Jokowi ke Jambi Korem 042/Gapu Kerahkan 2.500 Personel Pengamanan

"Percepatan pembangunan di Batam di Desember 2015 sudah pernah kita bicara. Januari 2016 juga. Maret 2017 kembali lagi bicara. Sudah dirapatkan berkali-kali. Saya kira (dipaparkan) secara singkat saja disampaikan, karena sudah berkali-kali rapat," ujar Jokowi.

Jokowi mengatakan, keputusan harus segera diambil. Sebab, Batam merupakan kawasan yang sangat strategis dalam dunia perdagangan dan investasi.

Halaman
12
Editor: awang
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved